Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Presiden Brasil Syok Banyaknya Korban Tewas dalam Operasi Geng Narkoba di Rio de Janeiro

Redaksi Radar Jember • Jumat, 31 Oktober 2025 | 04:13 WIB
Pasukan polisi Brasil melakukan operasi besar-besaran di Rio de Janeiro untuk menumpas geng narkoba Comando Vermelho. Operasi ini menewaskan lebih dari 100 orang dan menjadi yang paling berdarah dalam
Pasukan polisi Brasil melakukan operasi besar-besaran di Rio de Janeiro untuk menumpas geng narkoba Comando Vermelho. Operasi ini menewaskan lebih dari 100 orang dan menjadi yang paling berdarah dalam

RADAR JEMBER - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan keterkejutannya atas banyaknya korban tewas dalam penggerebekan besar-besaran polisi terhadap geng narkoba di Rio de Janeiro, yang disebut-sebut sebagai operasi paling berdarah dalam sejarah kota tersebut. 

Menurut laporan resmi, sedikitnya 132 orang tewas dalam operasi besar yang digelar untuk menumpas kelompok kriminal bersenjata Comando Vermelho (Komando Merah). Polisi negara bagian Rio menyebut 119 orang tewas, terdiri atas 115 anggota geng dan 4 petugas kepolisian. 

“Presiden ngeri dengan banyaknya insiden fatal dan terkejut bahwa operasi sebesar ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal,”
ujar Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski, dikutip dari AFP, Kamis (30/10/2025). 

Meski pemerintah negara bagian Rio menganggap operasi tersebut berhasil menekan kekuatan geng narkoba, sejumlah aktivis hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) justru menyuarakan keprihatinan terhadap dugaan penyalahgunaan kekuatan oleh aparat. 

Di sisi lain, kelompok Comando Vermelho yang dikenal sangat berpengaruh di Rio, diketahui menguasai banyak wilayah permukiman padat atau favela, dan bahkan menggunakan drone bersenjata dan bom untuk menyerang aparat. 

Sehari setelah operasi usai, warga di kawasan Complexo da Penha menemukan puluhan jenazah di sekitar hutan pinggiran kota. Beberapa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. 

“Negara datang untuk pembantaian, itu bukan operasi polisi. Mereka datang langsung untuk membunuh,”
ujar seorang perempuan warga setempat yang enggan disebut namanya. 

Selama operasi, suasana Rio berubah menjadi medan perang. Polisi dibantu kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone, sementara Comando Vermelho membalas dengan barikade bus dan serangan udara. Tembak-menembak terjadi di jalan-jalan sempit favela, membuat warga sipil berlarian mencari tempat aman. 

Pemerintah pusat kini tengah mengevaluasi jalannya operasi serta meninjau koordinasi antara kepolisian negara bagian dan pemerintah federal, untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.


Penulis: Muhammad Robitunni'am

Editor : M. Ainul Budi
#geng narkoba #rio de janeiro #presiden brasil