Radar Jember - Di tengah rumor pergantian pelatih setelah pemecatan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia harus menelan pil pahit di bulan Oktober 2025.
Berdasarkan rilis resmi rangkin FIFA yang dijadwalkan pada Kamis (23/10/2025) WIB, skuad Garuda di prediksi turun tiga peringkat ke posisi 122 dunia dengan total 1.144,73 poin.
Penurunan ini terjadi akibat dua kekalahan beruntun di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Indonesia tumbang 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, membuat mereka kehilangan 13,21 poin dari perolehan sebelumnya.
Baca Juga: Batal ke Miami, Laga Barcelona vs Villarreal Jadi Simbol Kegagalan Diplomasi Sepak Bola Spanyol
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif yang dialami Garuda dalam beberapa laga terakhir, sekaligus menjadi tantangan berat yang dihadapi timnas di masa transisi kepelatihan.
Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, sejumlah rival regional Indonesia tampil impresif dan berhasil memperbaiki posisi mereka dalam ranking FIFA .
Thailand, Vietnam, dan Malaysia kompak mencatat hasil positif di Kualifikasi Piala Asia 2027 yang digelar Oktober ini.
Thailand naik empat peringkat ke posisi 97 dunia setelah dua kali mengalahkan Taiwan dengan skor 2-0 dan 6-1.
Vietnam juga menorehkan hasil gemilang usai menaklukkan Nepal dua kali, sehingga naik tiga posisi ke peringkat 111 dunia.
Kenaikan paling signifikan datang dari Malaysia. Negeri Jiran itu melesat lima peringkat ke posisi 118 dunia setelah menang beruntun atas Laos.
Atas hasil tersebut, Malaysia sukses menyalip Indonesia yang selama setahun terakhir berada di atas mereka dalam daftar ranking FIFA.
Turunnya posisi Indonesia di ranking dunia ini kian menambah catatan buruk bagi federasi di tengah pencarian pelatih baru pengganti Kluivert.
Sejumlah nama pelatih mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti Patrick Kluivert, namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari PSSI.
Penurunan peringkat ini tentu menjadi alarm keras bagi PSSI, selaku federasi sepak bola nasional untuk segera berbenah.
Di tengah performa yang tidak konsisten dan perubahan di kursi kepelatihan, langkah strategis perlu diambil agar Indonesia tak semakin tertinggal dari rival-rival ASEAN.
Penulis: Muh Slamet Hariyadi
Editor : Nur Hariri