Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Imbas Penolakan Atlet Israel, Semua Ajang Olahraga Internasional Ditutup untuk Merah Putih

Redaksi Radar Jember • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 01:21 WIB
Photo
Photo

Radar Jember - Ambisi besar Indonesia untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar Olimpiade 2036 harus kandas di tengah jalan.

Sebuah kebijakan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi menutup pintu bagi Merah Putih untuk menggelar seluruh ajang olahraga internasional di bawah naungan mereka.

Keputusan pahit ini menjadi buntut panjang dari sikap tegas Indonesia menolak visa delegasi atlet Israel.

​Sanksi berat ini dijatuhkan setelah Indonesia tidak memberikan izin masuk bagi tim senam artistik Israel yang seharusnya berlaga di Kejuaraan Dunia 2025 di Jakarta.

Bagi IOC, langkah tersebut adalah pelanggaran berat terhadap prinsip universalitas dan non-diskriminasi dalam olahraga, sebuah pilar yang tak bisa ditawar dalam Piagam Olimpiade.

​Dalam rilis resminya, Dewan Eksekutif IOC tak berbasa-basi. Mereka menyebut tindakan Indonesia telah mencederai sportivitas.

"Prinsip dasar Gerakan Olimpiade adalah menolak segala bentuk diskriminasi. Negara tuan rumah wajib menjamin akses bagi seluruh atlet yang memenuhi syarat," tulis IOC dalam pernyataannya, Rabu (22/10).

​Akibatnya, semua dialog terkait potensi Indonesia menjadi penyelenggara kompetisi olahraga, termasuk Olimpiade Remaja, dibekukan seketika.

 Pintu ini akan tetap terkunci rapat sampai pemerintah Indonesia memberikan jaminan hitam di atas putih bahwa insiden serupa tidak akan terulang.

​Di sisi lain, pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, menegaskan bahwa keputusan menolak atlet Israel bukanlah tanpa dasar.

Menurutnya, langkah ini diambil demi menjaga amanat UUD 1945 serta mempertimbangkan faktor keamanan dan ketertiban umum.

​"Sikap ini sejalan dengan peraturan dan konstitusi kita yang menjunjung tinggi ketertiban dunia," tegas Erick Thohir.

Ia memastikan, meski Indonesia tak bisa lagi menjadi tuan rumah, para atlet kebanggaan bangsa akan tetap bertarung di kancah internasional.

​Kini, Indonesia berada di persimpangan. Di satu sisi, ada prinsip konstitusi dan solidaritas kemanusiaan yang dipegang teguh.

Di sisi lain, ada mimpi besar menjadi pusat olahraga dunia yang harus rela dikubur untuk sementara waktu

Penulis: Muhamad Dafid Ibrahim Magang 25

Editor : Imron Hidayatullahh
#kejuaraan dunia #penolakan atlet israel #ioc jepang