Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

IJTI Tapalkuda Longmarch, Kecam Israel Bantai Lima Jurnalis

M Adhi Surya • Rabu, 13 Agustus 2025 | 03:10 WIB

Aksi solidaritas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Wilayah Tapalkuda sebagai bentuk protes keras terhadap pembunuhan lima jurnalis di wilayah konflik Gaza, Palestina
Aksi solidaritas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Wilayah Tapalkuda sebagai bentuk protes keras terhadap pembunuhan lima jurnalis di wilayah konflik Gaza, Palestina

Radar Jember – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapalkuda turun ke jalan, Senin (11/8) malam. 

Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk protes keras terhadap pembunuhan lima jurnalis Al Jazeera oleh tentara Israel di Gaza, Palestina.

Aksi dimulai dengan longmarch dari Kantor IJTI di Jalan Dewi Sartika menuju Alun-alun Jember. Sepanjang perjalanan, peserta membawa foto korban, poster, dan spanduk kecaman. 

Mereka meneriakkan tuntutan agar kekerasan terhadap pekerja media di wilayah konflik segera dihentikan.

Koordinator IJTI Tapalkuda, Tomy Iskandar menyebut, pembunuhan terhadap jurnalis merupakan tindakan yang melanggar batas kemanusiaan. 

“Kebebasan pers adalah hak asasi yang wajib dilindungi di seluruh dunia. Serangan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi,” tegasnya di hadapan peserta aksi.

Kelima korban adalah Anas Al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, Moamen Aliwa, dan Mohammed Noufal.

Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan alasan salah satu korban terlibat dalam unit bersenjata Hamas. Pernyataan itu memicu kecaman luas, termasuk dari komunitas pers internasional.

Setelah orasi, aksi dilanjutkan dengan doa bersama, mengheningkan cipta, menyalakan lilin, dan tabur bunga di atas foto kelima korban. 

IJTI Tapalkuda juga mendesak pemerintah Indonesia untuk bersuara lebih lantang di forum internasional. 

Mereka ingin ada tekanan global agar kekerasan terhadap jurnalis, khususnya di Palestina, segera dihentikan.

Selain itu, IJTI Tapalkuda mengajak seluruh jurnalis di Indonesia bersatu menunjukkan solidaritas. 

“Membunuh jurnalis berarti membungkam kebenaran. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Tomy lagi.

Aksi damai ini berlangsung tertib dan mendapat pengawalan ketat dari Polres Jember. 

Pernyataan sikap resmi IJTI Tapalkuda juga telah dikirim ke pengurus pusat sebagai bentuk komitmen membela kebebasan pers dan keselamatan pekerja media di seluruh dunia. (dhi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #ijti #Israel #Palestina #gaza #Jurnalis Al Jazeera