Radar Jember - Sebuah video yang direkam melalui drone, April lalu, dan dipublikasikan secara daring menunjukkan dua paus orca berenang di fasilitas yang tidak layak.
Memicu kekhawatiran terhadap kesejahteraan mamalia laut tersebut.
Dikutip dari France 24, taman laut yang terletak di French Riviera ini tengah berjuang untuk menemukan tempat baru bagi paus-paus tersebut setelah menutup akses untuk umum sejak Januari lalu.
Video yang beredar di internet itu menampilkan dua paus orca, Wikie (24 tahun) dan anaknya yang berusia 11 tahun, Keijo, berenang memutar di kolam yang dipenuhi alga, di wilayah selatan Prancis.
Pihak Prancis kesulitan mencari lokasi baru bagi induk dan anak paus itu setelah taman laut tempat mereka tinggal, Marineland di Antibes, ditutup karena penurunan pengunjung dan undang-undang yang melarang pertunjukan mamalia laut.
Marineland resmi ditutup untuk publik pada Januari lalu, menyusul menurunnya jumlah pengunjung dan pemberlakuan undang-undang pada tahun 2021.
Pada bulan Februari, pihak pengelola taman tersebut mengajukan permintaan mendesak untuk memindahkan dua orca dan 12 lumba-lumba ke dua taman laut di Spanyol.
Namun, pihak berwenang di Spanyol menolak permintaan tersebut dengan alasan fasilitas yang dituju tidak sesuai untuk menampung mereka.
Diketahui video tersebut diunggah oleh organisasi nirlaba TideBreakers di media sosial.
Baca Juga: 7 Langkah Praktis Merawat Kulit untuk Mencegah Penuaan Dini yang Efekif
“Tanki Marineland hancur dan kualitas air memburu,” tulis TideBreakers dalam unggahannya.
“Sementara cagar alam yang menjadi opsi terbaik untuk Wikie dan Keijo, saat ini belum ada,” tambah TideBreakers.
Video yang diambil dengan drone tersebut memperlihatkan kedua orca dan lumba-lumba berada di dalam kolam dengan tepian yang dipenuhi alga.
Dikelilingi instalasi yang sebelumnya digunakan untuk hewan laut lain, dalam air payau.
Baca Juga: Tak Sempat ke Gym? Benda-Benda Ini Bisa Digunakan untuk Workout di Rumah
Editor : Imron Hidayatullahh