Radar Jember - Ketika asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina, Vatikan, Kamis (8/5/2025), dunia telah menyaksikan sejarah baru.
Kardinal Robert Francis Prevost telah terpilih sebagai pemimpin baru umat Katolik dunia.
Menggantikan Paus Fransiskus yang telah wafat pada April 2025 lalu.
Siapa sangka, terpilihnya Prevost juga menyimpan beberapa fakta unik, sebagai berikut.
Baca Juga: Siapakah Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Umat Katolik Dunia?
- Paus Asal Amerika Pertama
Bernama asli Robert Francis Prevost, Paus Leo XIV lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dari pasangan imigran Louis Marius Prevost (berkebangsaan Prancis-Italia) dan Mildred Martinez (berkebangsaan Spanyol). Terpilihnya Prevost menjadi tonggak baru dalam sejarah Gereja Katolik, sebab dia menjadi orang Amerika pertama yang menjadi paus.
- Paus dari Ordo Augustinian Pertama
Ia belajar pertama kali di Seminari Menengah Para Imam Augustinian (Minor Seminary of the Augustinian Fathers). Dia adalah anggota Ordo Santo Agustinus (OSA), menjadikan Paus Leo XIV menjadi paus pertama dari ordo tersebut.
- Punya Kewarganegaraan Ganda
Meski lahir di Chicago, US, Robert Francis Prevost lebih banyak menjalani misinya sebagai imam dan uskup di wilayah miskin Peru. Hal inilah yang membuatnya memiliki dua kewarganegaraan: Amerika Serikat dan Peru.
Baca Juga: Habemus Papam, Paus Baru telah Terpilih pada Hari Kedua Konklaf di Vatikan
- Memilih Nama Leo, Penghormatan terhadap Pejuang Sosial
Prevost memilih nama “Leo” merujuk pada Paus Leo XIII yang dikenal concern pada hak-hak buruh dan keadilan sosial. Ini mungkin tak lepas dari pengalaman Prevost yang lama tinggal bersama komunitas miskin di wilayah Chiclayo, Peru.
- Terpilih melalui Konklaf yang Singkat
Konklaf yang dimulai sejak Rabu (7/5) dan berakhir pada Kamis (8/5) berlangsung dalam empat putaran, hingga terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost sebagai paus baru. Ini termasuk yang tercepat dalam sejarah konklaf.
Baca Juga: Asap Hitam Lagi: Hari Kedua Konklaf, Belum Ada Paus Baru Terpilih
- Pernah Berkunjung ke Papua
Pada 2003, Paus Leo XIV pernah blusukan ke tanah Papua, tepatnya di Sorong, saat menjabat sebagai Prior Jendral Ordo Santo Agustinus (OSA) sedunia.
Kunjungannya itu guna merayakan 50 tahun Ordo Agustinus berkarya di Papua.
Baca Juga: Pemilihan Paus Baru : 16 Kardinal Kandidat, Termasuk dari Asia
Editor : Imron Hidayatullahh