radarjember.id-Sebuah serangan roket pada Sabtu (27/7) menghantam lapangan sepak bola di kota Majdal Shams, Dataran Golan yang dihuni warga keturunan Arab dan menewaskan sekitar 12 anak.
Ketegangan level baru terjadi antara Israel dengan kelompok Hezbollah setelah Israel menuding Hezbollah yang telah melancarkan serangan itu.
Dataran Tinggi Golan adalah sebuah dataran tinggi strategis yang direbut Israel dari Suriah dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Israel kemudian secara resmi mencaplok wilayah itu tahun 1981.
Dataran tinggi tersebut, membentang sekitar 804 km persegi, berbatasan dengan Yordania dan Lebanon.
Baca Juga: Viral Lima Kader NU Kunjungi Israel, PBNU Bertindak Tegas Pilih Mundur atau Diberhentikan!
Ibu Kota Suriah, Damaskus, bisa terlihat dari puncak Golan yang berbatu-batu itu.
Berdasarkan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, Dataran Tinggi Golan dianggap sebagai wilayah pendudukan, dan Suriah terus menuntut agar wilayah itu dikembalikan ke pengakuannya.
Israel memandang Dataran Tinggi Golan sangat penting untuk kepentingan keamanan nasionalnya. Israel menegaskan, pihaknya perlu mengendalikan wilayah tersebut demi menangkis ancaman dari Suriah dan kelompok proksi Iran di sana.
Baca Juga: PBNU Ungkap Dalang Ajak 5 Tokoh NU Temui Presiden Israel
Kawasan tersebut sering menjadi titik konflik. Konflik terakhir terjadi tahun 2019 ketika mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, AS akan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis