radar jember - Viral dan trending di sosial media saat ini adalah All Eyes On Rafah. Tak jarang, banyak akun di Instagram menyerukan gambar All Eyes On Rafah.
Namun, apa arti sebenarnya seruan tersebut ?. Jawa Pos Radar Jember mencoba mengulasnya lebih dalam.
All Eyes On Rafah berkaitan dengan solidaritas dan rasa kemanusiaan akan serangan dari militer Israel.
Itu bentuk seruan kepada warga dunia, agar solidaritas, mendoakan, dan perhatian kepada apa yang terjadi di Rafah.
Seruan All Eyes on Rafah berawal ketika Israel menyerang Rafah pada Februari 2024 lalu. All Eyes On Rafah juga menggambarkan bagaimana serangan Israel ke kota itu.
Ketegangan yang terjadi di Rafah kemungkinan juga ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan perundingan yang dimediasi oleh Mesir, AS, dan Qatar mengenai kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, termasuk pembebasan sisa sandera Israel oleh Hamas.
Bersamaan dengan pembebasan tahanan Palestina yang dipenjara oleh Israel.
All Eyes On Rafah adalah bahasa Inggris. Yang artinya semua mata tertuju kepada Rafah.
Baca Juga: Penembakan Militer Israel di Rafah Tewaskan Tim Keamanan, Cek Lengkapnya
Semua mata memperhatikan kota Rafah. Perbatasan Rafah yang terjadi sejak Senin (6 Mei 2024) malam yang menyebabkan puluhan orang tewas termasuk wanita dan juga anak-anak.
Rafah merupakan wilayah paling Selatan di Gaza yang berbatasan dengan semenanjung Sinai di Mesir.
Rafah adalah kota kuno yang dikenal sebagai gerbang Utara Sinai, menghubungkan Mesir dengan Levant yang kini mencakup Palestina, Israel, Lebanon, Suriah, dan Yordania.
Beberapa video dari Rafah menunjukkan aktivitas serangan militer Israel yang intens di area tersebut, terutama di bagian Timur Rafah dan sekitar perlintasan menuju Mesir.
Dalam bahasa Arab, Rafah menjadi kata penyebutan. Namun, dalam bahasa ibrani kota itu disebut Rafiah. Dalam bahasa Asyur menjadi "Rapihu", dan dalam bahasa Yunani sebutannya adalah "Raphia".
Luas kota Rafah sendiri tak cukup luas. Hanya berluaskan 60 kilometer persegi.
Penduduk pun tak sampai menyentuh angka jutaan. Hanya mencapai 191.000 jiwa pada 2021.
Namun, kini populasi Kota Rafah diperkirakan terdiri dari 1,5 juta orang Palestina.
Rafah sendiri telah menjadi tempat berlindung bagi jutaan pengungsi dari wilayah lain di Gaza untuk menghindari serangan Israel. (bud)
Editor : Radar Digital