Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

All Eyes On Rafah, Begini Kisah Perjuangan Balita dan Remaja Ini Dalam Serangan Israel

Radar Digital • Selasa, 28 Mei 2024 | 23:45 WIB
Photo
Photo

radar jember - All Eyes on Rafah adalah seruan bagi masyarakat dunia untuk memperhatikan apa yang terjadi di Rafah dan tidak bisa mengabaikan hal yang terjadi di Rafah.

All Eyes on Rafah adalah salah satu kata yang ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, kata tersebut menduduki trending satu X pada Selasa (28/5/2024) siang. 

Seperti kisah seorang balita dan remaja di Gaza yang mendapat serangan dari Israel. Perjuangan mereka pun membuat mengiris hati kecil.

Dikutip dari media luar negeri, Aljazeera, Sadeel Hamdan baru berusia sekitar enam minggu ketika Israel melancarkan perang tanpa henti di Gaza.

Kini dia terbaring diam di ranjang rumah sakit anak di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa – lemah, terintubasi, perutnya bengkak dan kulitnya kuning.

Tiga bulan lalu, dokter berhasil memasukkan namanya ke dalam daftar pasien yang harus meninggalkan Gaza untuk berobat ke luar negeri.

Namun kemudian, hanya beberapa hari sebelum dia dievakuasi, Israel menyerbu Rafah dan menutup satu-satunya penyeberangan yang tersedia bagi orang sakit untuk meninggalkan daerah kantong yang terkepung, sehingga menjebak Sadeel dan banyak orang lainnya.

Abdul Majeed al-Sabakhi, 20, hidup dengan alat bantu pernapasan oksigen di rumah sakit.

Berbicara merupakan perjuangan bagi remaja yang menderita fibrosis kistik sejak kecil.

Pada bulan pertama perang Israel di Gaza, tentara Israel mengebom rumah di sebelah rumah al-Sabakhi di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

Dampaknya juga menghancurkan rumah mereka. (bud)

Editor : Radar Digital
#Israel #Palestina #All Eyes On Rafah