Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Respons Latihan Militer AS dan Korsel, Kim Jong-un Akan Ekspor Senjata ke Rusia

Radar Digital • Senin, 7 Agustus 2023 | 21:45 WIB

 

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
 

Seoul, 07/8 (ANTARA) – Inspeksi terhadap sejumlah pabrik senjata utama dilakukan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mulai Kamis sampai Sabtu pekan lalu.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Senin mengatakan kegiatan kunjungan tersebut merupakan sinyal adanya ekspor senjata setelah merespons rencana latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat bersandi Ulchi Freedom Shield.

Sejumlah pabrik senjata penting, termasuk pabrik pembuat peluru untuk peluncur roket kaliber besar dan mesin untuk rudal jelajah strategis dikunjungi pemimpin Korea Utara itu.

 Kunjungan itu juga dilakukan di tengah spekulasi bahwa Korea Utara mungkin tengah mengupayakan ekspor senjata ke Rusia untuk digunakan dalam perang Rusia-Ukraina.

"(Inspeksi Kim kali ini) bertujuan banyak, mulai dari memamerkan pencapaian negara itu dalam sektor pertahanan, merespons latihan militer gabungan Seoul-Washington dan upaya mengekspor senjata," kata Koo Byoung-sam, juru bicara kementerian tersebut dalam jumpa pers.

Koo mengatakan "sangat disayangkan" Korea Utara terus mengembangkan senjata nuklir, rudal balistik antarbenua (ICBM) dan senjata konvensional dengan mengorbankan rakyat Korea Utara.

Kim untuk pertama kalinya mengungkapkan istilah "kerja ekonomi pertahanan nasional".

Menurut para pakar, Pyongyang berusaha menambah devisa dan menggenjot perekonomian negara itu yang hampir mati, melalui industri pertahanannya.

"Tampaknya baru kali ini Korea Utara menggunakan istilah semacam itu. Jika ini artinya ekspor senjata, maka sangat disayangkan Korea Utara terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB (yang melarang program nuklir dan senjatanya)," kata Koo.

Korea Utara sepertinya berusaha memperkuat kerja sama militer dengan Rusia. Kim berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan pejabat senior China saat parade militer 27 Juli lalu.

Dia juga mendampingi Shoigu dalam pameran senjata di Pyongyang, selain melancarkan serangan degan menerbangkan drone mata-mata dan meluncurkan ICBM.

Menyangkut aktifnya kembali Pak Jong-chon, pejabat senior Korea Utara yang diberhentikan, pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan butuh waktu lebih banyak untuk menganalisis peran Pak.

Pak, yang mantan wakil ketua komisi militer pada komite sentral partai berkuasa, tampak ikut serta dalam rombongan inspeksi Kim Jong-un, setelah dia diberhentikan dari jabatannya akhir Desember silam. (*)

 

Editor : Radar Digital
#Amerika Serikat #korea utara