MAKKAH, Radar Jember - Sejak Minggu (26/6) malam, akses jalan dari Makkah menuju Arafah mulai padat dan macet. Sedangkan Masjidil Haram lebih sepi dari biasanya. Jemaah haji pagi ini sudah berada di Arafah untuk bersiap melaksanakan wukuf di Arafah pada siang harinya.
Honest Dody Molasy, salah satu jemaah haji kloter 68, menjelaskan, jutaan jemaah haji Indonesia, termasuk Jember, wukuf dimulai pada hari ini (27/6) setelah pelaksanaan salat Duhur. Sebelumnya, akan ada khotbah wukuf dan dilanjutkan doa. “Jumhur ulama berpendapat waktu wukuf sejak tergelincirnya matahari di tanggal 9 Zulhijah sampai terbitnya matahari tanggal 10 Zulhijah,” terangnya.
Wukuf dilaksanakan dengan berkumpul dan berdiam diri di Padang Arafah sampai waktu Magrib. Selanjutnya, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah. Sekira besok (28/6) dini hari jemaah berangkat lagi ke Mina untuk mabit (bermalam). “Meneruskan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk mabit,” tutur pria yang juga merupakan Ketua ISNU Jember itu.
Keberangkatan jemaah haji Jember dari hotel ke Arafah umumnya dilakukan malam kemarin. Dengan begitu, sebelum siang hari jemaah sudah berada di tenda-tenda maktab yang sudah ditetapkan.
Berbeda dengan sejumlah jemaah haji yang memilih untuk mengikuti program Tarwiyah, yang sudah berada di Mina sejak kemarin malam. Mereka bergabung dengan rombongan jemaah lain di pagi harinya.
Senada, Prof Aminullah, salah satu jemaah haji kloter 56 yang mengikuti program Tarwiyah, menuturkan, jemaah tiba di Mina pada Subuh kemarin pukul 04.30 waktu setempat. Mereka menempati tenda-tenda yang disiapkan.
Pagi harinya berangkat lagi menuju Arafah. “Pagi persiapan, lalu berangkat ke tenda Arafah. Jemaah yang mengikuti Tarwiyah akan bergabung dengan jemaah lainnya,” jelasnya, kemarin.
Jarak dari Makkah ke Arafah, begitu pun Mina ke Arafah, tidak begitu jauh. Waktu tempuh pada hari-hari biasa tak sampai satu jam. Jutaan umat Islam yang datang melaksanakan wukuf membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.
Bisa sampai berjam-jam. Kepadatan terjadi hingga arus lalu lintas mengalami kemacetan parah. “Waktu tempuh perjalanan pada hari-hari ini lebih dipengaruhi oleh kepadatan lalu lintas dan pengalihan arus,” papar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember itu.
Sementara itu, Siti Raudhotul Jannah, salah satu jemaah haji kloter 69, mengungkapkan, kondisi cuaca Arab Saudi sejak kemarin cukup panas. Suhu rata-rata pada siang hari mencapai 42 derajat Celsius saat dicek pada aplikasi ponselnya. “Malam pun rata-rata hanya turun tiga derajat dibandingkan siang hari,” sebutnya.
Untuk mengantisipasi kondisi kesehatan, tambah dia, jemaah diantisipasi saat wukuf pada siang hari agar tidak keluar dari tenda. Sebab, dikhawatirkan bisa terpapar suhu yang sangat panas tersebut dan terjadi dehidrasi parah, sehingga imunnya bisa menurun. (sil/c2/nur)
Editor : Safitri