MAKKAH, Radar Jember - Suhu di Kota Makkah pada siang hari cukup tinggi. Mencapai 45 derajat Celsius. Keadaan tersebut membuat banyak jemaah harus ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh. Apalagi, dalam sepekan ke depan, jemaah haji sudah mulai melakukan wukuf.
Selain itu, suhu yang panas juga dimanfaatkan jemaah haji asal Jember untuk menjemur pakaian ihram dan batik yang dikenakan sejak berangkat dari Alun-Alun Jember. Ini membuat rooftop hotel penuh hingga pembatas di setiap lantai hotel juga turut dimanfaatkan.
Siti Raudhotul Jannah, jemaah haji kloter 69 asal Jember, menjelaskan, umrah wajib sudah dilaksanakan oleh seluruh anggota di kloternya. Mulai dari tawaf, sa’i, hingga tahallul. Dijelaskan, jemaah dari berbagai belahan dunia mulai berdatangan, sehingga pelataran di sekitar Kakbah sudah mulai padat dan sesak. “Kepadatan ini membuat jemaah kelelahan karena harus berimpitan dengan ratusan ribu orang,” terangnya.
Banyak jemaah kemudian memilih beristirahat di hotel setelah menjalankan ritual tersebut. Selain untuk mempersiapkan energi dan kesehatan karena waktu sudah mendekati puncak pelaksanaan haji. Sebagian dari mereka, kata Jannah, mulai mencuci pakaian ihram.
Mereka memanfaatkan pembatas di setiap lantai hotel untuk menjemur. Sebab, rooftop hotel juga mulai penuh dengan jemuran jemaah yang lain. “Baju-baju yang dijemur itu kering sebelum waktu Asar karena suhu di Makkah saat kloter 69 tiba di hotel (pagi menjelang siang, Red) sekitar 45 derajat Celcius,” sebutnya.
Perempuan yang juga merupakan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember itu melaporkan bahwa jemaah haji kloter 69 telah mengikuti pengarahan mengenai teknis pelaksanaan haji yang dilakukan oleh tim Kemenag.
Sementara itu, sejumlah jemaah haji kloter 68 asal Jember kemarin melaksanakan ibadah mandiri, seperti melaksanakan salat berjemaah di Masjidil Haram. “Khusus untuk KBIH Bismika, pukul 09.00 pagi (waktu setempat kemarin, Red) dilakukan pengajian serta persiapan teknis untuk wukuf,” kata Honest Dody Molasy, salah satu jemaah haji kloter 68.
Ketua ISNU Jember itu menuturkan, wukuf akan dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji pada 27 Juni mendatang, atau tepat pada 9 Dzulhijjah, di Padang Arafah. Pelaksanaan membutuhkan persiapan karena merupakan inti haji. Persiapan teknis diberikan kepada jemaah agar bisa dilaksanakan dengan lancar.
Setelah mengikuti beberapa arahan dan ibadah mandiri, sejumlah jemaah haji asal Jember terlihat memenuhi toko emas yang berada tak jauh dari Masjidil Haram.
Dody mengatakan, toko-toko emas penuh dan diborong oleh jemaah asal Jember. “Bahkan beberapa toko emas mengganti nama tokonya dengan bahasa Indonesia, dan beberapa bisa membayar dengan uang rupiah,” ulasnya. (sil/c2/nur)
Editor : Safitri