Manoj Punjabi selaku CEO MD Pictures, menyampaikan bahwa ada terobosan baru dalam filmya kali ini. Ia menerapkan teknologi augmented reality pada poster film KKN di Desa Penari. Melalui teknologi ini, MD mengajak para penonton untuk berinteraksi dengan poster film KKN. Dengan melakukan scan QR code yang tertera pada poster kemudian mengarahkan kamera pada poster, maka poster tersebut akan berubah dari statis menjadi hidup. MD juga menghimbau penonton untuk mempostingnya di akun sosial media masing-masing. Bagi yang beruntung, akan ada hadiah yang diberikan kepada penontonnya.
Dalam penayangannya kali ini, film KKN di Desa Penari tayang dalam 2 versi bersamaan yaitu versi Cut dan Uncut. Versi Cut diperuntukkan untuk penonton yang berusia 13 tahun sehingga versi ini cocok untuk ditonton bersama bersama keluarga saat lebaran. Sementara versi Uncut diperuntukkan untuk penonton yang berusia 17 tahun keatas. Karena versi ini menampilkan adegan dewasa di napak tilas. MD juga menyampaikan bahwa film ini tak hanya tayang di Indonesia, tetapi direncanakan juga akan tayang di Malaysia, Brunei Darusaalam, dan Singapura.
Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang sempat viral diunggah di salah satu akun sosial media di Twitter yaitu @simpleman. Kemudian ceritanya diangkat menjadi novel dan sekarang hingga menjadi film. Film ini menceritakan tentang 6 orang mahasiswa yaitu Nur, Widya, Ayu, Bima, Anton, dan Wahyu yang sedang melaksanakan KKN di desa terpencil dan tidak menyangka bahwa desa yang mereka pilih ternyata buka desa biasa. Disitulah satu – satu mahasiswa mulai merasakan keanehan peristiwa yang terjadi di desa tersebut.
Penulis : Vanessa (mg)
Source : JawaPos.com Editor : Alvioniza