Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kuyang: Sosok Mistis Kalimantan yang Dipercaya Berasal dari Ilmu Hitam dan Warisan Turun-Temurun

Redaksi Radar Jember • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:06 WIB
Kuyang: Sosok Mistis Kalimantan yang Dipercaya Berasal dari Ilmu Hitam dan Warisan Turun-Temurun
Kuyang: Sosok Mistis Kalimantan yang Dipercaya Berasal dari Ilmu Hitam dan Warisan Turun-Temurun

RADAR JEMBER - Kalimantan hingga kini masih menyimpan beragam cerita mistis yang terus hidup di tengah masyarakat.

Salah satu yang paling terkenal dan sering diceritakan kembali adalah kisah tentang kuyang, sosok menyeramkan berupa kepala wanita yang terbang dengan organ tubuh menggantung dan dikenal sebagai pemburu darah manusia.

Namun, cerita rakyat setempat menyebutkan bahwa kuyang bukanlah hantu, melainkan manusia yang mempelajari ilmu hitam demi memperoleh kekuatan tertentu.

Dalam tradisi lisan masyarakat Kalimantan, kuyang biasanya merupakan seorang wanita yang sengaja mempelajari ilmu hitam, atau menerimanya secara turun-temurun dari garis keturunan.

Ilmu tersebut dipercaya dapat memberikan kecantikan awet muda, kekuatan gaib, bahkan kemampuan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain.

Sebagian masyarakat percaya seseorang yang menjadi kuyang juga akan memperoleh keberuntungan atau kekayaan, meski harus membayar harga yang mahal.

Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa ilmu kuyang diturunkan dari generasi ke generasi. Jika sang pewaris menolak mewarisi ilmu itu, pemilik ilmu sebelumnya akan mengalami kematian yang sangat menyiksa, layaknya mayat hidup.

Karena itu, kuyang dianggap sebagai salah satu ilmu hitam yang tidak bisa diputuskan begitu saja.

Pada siang hari, kuyang digambarkan sebagai manusia biasa. Mereka beraktivitas seperti masyarakat lain; berbaur, bekerja, bahkan bercengkerama tanpa menunjukkan tanda mencurigakan.

Namun, perubahan mengerikan terjadi saat malam tiba. Kepala mereka akan terlepas dari tubuh, lengkap dengan organ dalam yang menggantung, lalu terbang mencari mangsa untuk menghisap darah.

Target utama kuyang biasanya adalah ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Masyarakat percaya bahwa darah, plasenta, dan energi dari bayi merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kuyang. Selain itu, kondisi fisik ibu hamil yang lebih lemah dianggap membuat mereka lebih rentan menjadi sasaran.

Karena kekhawatiran tersebut, beberapa aturan adat pun berkembang. Masyarakat dianjurkan untuk tidak sembarangan mengungkapkan usia kandungan kepada orang lain dan tidak membiarkan siapapun menyentuh perut ibu hamil kecuali tenaga medis.

Nasihat ini terus diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk perlindungan terhadap hal-hal yang dianggap gaib.

Sejumlah benda dipercaya dapat mengusir atau melemahkan kuyang, di antaranya sapu lidi, sapu ijuk, gunting, duri landak, cermin, serta akar tumbuhan jariangau. Banyak rumah di pedalaman Kalimantan yang masih menyimpan benda-benda tersebut sebagai penangkal makhluk gaib.

Kepercayaan akan keberadaan kuyang tetap hidup di banyak daerah di Kalimantan. Meski sebagian menganggapnya sekadar mitos, cerita tentang makhluk ini menjadi bagian penting dari tradisi dan identitas budaya setempat.

Kisah kuyang tidak hanya menggambarkan ketakutan masyarakat terhadap kekuatan gaib, tetapi juga nilai-nilai moral, terutama larangan menggunakan ilmu hitam dan konsekuensi yang menyertainya.

Di tengah perkembangan zaman, cerita mengenai kuyang terus diceritakan ulang, baik melalui lisan, media sosial, hingga film horor, menjadikannya salah satu legenda urban yang tak lekang oleh waktu di Indonesia.

Penulis: Agil Prasetyo

Editor : M. Ainul Budi
#ilmu hitam #kalimantan #kuyang #awet muda #kekuatan gaib