Sinden di Era Digital, Niken Salindry Bawa Musik Jawa Menjangkau Generasi Muda

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:34 WIB
sinden muda Niken Salindry (Instagram/@niken_salindry_reall)
sinden muda Niken Salindry (Instagram/@niken_salindry_reall)

RADARJEMBER – Musik jawa yang kental ditampilkan di panggung-panggung tradisional, kini dengan adanya platfrom digital memudahkan untuk dinikmati dan diakses setiap saat.

Ditengah terjadinya perkembangan tersebut penyanyi Niken Salindry menjadi nama yang paling banyak mendapatkan perhatian.

Niken dikenal menjadi sinden sekaligus penyanyi campursari dan dangdut jawa membawakan karakter musik dengan elemen tradisional ke dalam kemasan yang lebih nyambung dengan generasi muda.

Perjuangan Niken juga membuktikan seorang penyanyi muda untuk memanfaatkan peluang di platform digital agar karyanya dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Lagu-lagu yang dibawakan olehnya tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi dapat dirasakan juga melalui platform digital yang membuat musik jawa dinikmati oleh kalangan anak muda.

Baca Juga: Niken Salindri Tampil Beda! Sinden Muda Ini Bawa Budaya Jawa Tembus Musik Populer

Perluasan pasar juga dilakukan oleh Niken, ia beberapa kali melakukan kolaborasi dengan berbagai penyanyi.

Salah satunya kolaborasinya dengan penyanyi asal Malaysia Kmy Kmo dan Luca Sickta, kolaborasi tersebut mempertumkan dua genre, lagu jawa bertemu dengan rap melayu sehingga menghasilkan gaya musik yang modern.

Pertemuan dua musik tersebut memperlihatkan bahwa seni tradisional tidak selalu terpisah dengan pengaruh music populer.

Unsur sinden yang selama ini lekat dengan pertunjukan jawa tradisional dapat dipadukan dengan konsep yang lebih menarik tanpa kehilangan identitasnya.

Bagi kalangan anak muda, pendekatan ini membuat musik jawa memiliki cara yang baru untuk didengar dan nikmati.

Para pendengar tidak harus datang ke pertunjukan sinden, namun dapat diakses dengan mudah melalui ponsel mereka.

Keberadaan Niken membuat sosok sinden dapat beradaptasi dengan adanya perubahan zaman.

Jika sebelumnya sinden dikenal melalui pertunjukan tradisional kini, dengan adanya Niken pandangan tersebut mengalami perubahan.

Namun demikian perkembangan digital juga menciptakan tantangan tersendiri baginya.

Genre music tradisional dipaksa terus bersaing dengan berbagai genre music modern, sehingga diperlukan kreativitas dalam mengemas karyanya.

Dengan kemunculan Niken ditengah perubahan menunjukkan bahwa popularitasnya bukan hanya perjalanan seorang penyanyi muda tetatapi bagaimana kesenian jawa beradaptasi dengan generasi muda.

Pada akhirnya, era digital tidak selalu menjadi ancaman bagi keberadaan music tradisional.

Tetapi jika dimanfaatkan secara benar dapat menjadi peluang untuk menjangkau luas pasar penikmatnya ke semua lapisan masyarakat.

penulis = Muhammad Riza Azizi

Editor : M. Ainul Budi
niken salindri sinden niken niken salindri sinden sinden