The Hunger Games Kembali, Kisah Haymitch Muda Siap Ungkap Sejarah Panem

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:02 WIB
The Hunger Games: Sunrise on the Reaping mengisahkan Haymitch Abernathy muda yang terpilih sebagai peserta dalam Hunger Games ke-50 (Second Quarter Quell), edisi paling mematikan dengan 48 tribut dari seluruh distrik Panem. (IMDb)
The Hunger Games: Sunrise on the Reaping mengisahkan Haymitch Abernathy muda yang terpilih sebagai peserta dalam Hunger Games ke-50 (Second Quarter Quell), edisi paling mematikan dengan 48 tribut dari seluruh distrik Panem. (IMDb)

 

RADAR JEMBER – Waralaba film The Hunger Games kembali hadir lewat film terbaru berjudul The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 20 November 2026. 

Film ini menjadi prekuel kedua setelah The Ballad of Songbirds & Snakes dan akan mengisahkan perjalanan Haymitch Abernathy muda saat mengikuti Hunger Games ke-50, atau yang dikenal sebagai Second Quarter Quell.

Kisah ini diadaptasi dari novel terbaru karya Suzanne Collins yang dirilis pada Maret 2025. 

Berlatar sekitar 24 tahun sebelum peristiwa yang terjadi dalam film pertama The Hunger Games, cerita akan membawa penonton menyaksikan masa muda Haymitch, sosok mentor Katniss Everdeen yang selama ini dikenal sebagai karakter cerdas namun menyimpan trauma mendalam akibat permainan mematikan tersebut.

Dalam edisi Second Quarter Quell, aturan Hunger Games diubah secara drastis. 

Jika biasanya setiap distrik mengirimkan dua peserta, pada penyelenggaraan ke-50 Capitol mewajibkan setiap distrik mengirim empat tribut, sehingga jumlah peserta meningkat menjadi 48 orang. 

Aturan ini membuat tingkat persaingan semakin brutal dan menjadi salah satu penyelenggaraan Hunger Games paling berdarah dalam sejarah Panem.

"With Sunrise on the Reaping, I was inspired by David Hume's idea of implicit submission and, in his words, 'the easiness with which the many are governed by the few.' The story also lent itself to a deeper dive into the use of propaganda and the power of those who control the narrative." — Suzanne Collins, penulis The Hunger Games, saat pengumuman novel Sunrise on the Reaping, Kamis, 6 Juni 2024.

Kutipan tersebut menunjukkan bahwa kisah Haymitch tidak hanya berisi pertarungan untuk bertahan hidup, tetapi juga akan mengupas bagaimana Capitol mempertahankan kekuasaannya melalui propaganda, manipulasi informasi, dan kontrol terhadap masyarakat Panem. 

Tema tersebut menjadi salah satu alasan mengapa prekuel ini dinilai lebih kompleks dibanding kisah-kisah sebelumnya.

Film ini disutradarai oleh Francis Lawrence, yang sebelumnya sukses menggarap hampir seluruh film dalam franchise The Hunger Games. 

Sementara itu, peran Haymitch muda akan dimainkan oleh Joseph Zada, didampingi sejumlah aktor seperti Whitney Peak, Mckenna Grace, Jesse Plemons, Maya Hawke, Ralph Fiennes, dan Elle Fanning.

Penggemar juga akan diajak melihat lebih dekat sejumlah karakter ikonik ketika masih muda, termasuk Plutarch Heavensbee, Caesar Flickerman, Effie Trinket, hingga Presiden Coriolanus Snow. 

Kehadiran karakter-karakter tersebut diharapkan dapat menjelaskan berbagai peristiwa penting yang membentuk sejarah Panem sebelum era Katniss Everdeen.

Dengan latar cerita yang lebih kelam, konflik politik yang semakin kuat, serta fokus pada asal-usul Haymitch Abernathy, The Hunger Games: Sunrise on the Reaping diprediksi menjadi salah satu film paling dinantikan pada akhir 2026. 

Selain menyajikan aksi bertahan hidup yang menegangkan, film ini juga menawarkan sudut pandang baru mengenai kekuasaan, propaganda, dan perlawanan yang selama ini menjadi ciri khas dunia The Hunger Games.

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

Editor : M. Ainul Budi
the hunger games suzanne collins film terbaru Sinopsis Film