RADAR JEMBER – Kehadiran kreator konten Sisca Saras sebagai salah satu guest star dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 memang menjadi perhatian publik.
Namun, di balik antusiasme tersebut, ada strategi yang menarik untuk dicermati.
Dalam beberapa tahun terakhir, JFC semakin sering menghadirkan figur publik dari luar dunia fashion sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi acara.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa JFC tidak hanya mengandalkan kemegahan parade kostum di sepanjang catwalk.
Figur publik yang memiliki basis pengikut besar di media sosial dinilai mampu memperkenalkan JFC kepada audiens yang lebih luas, termasuk kalangan anak muda yang sebelumnya belum tentu mengikuti perkembangan ajang karnaval terbesar di Indonesia itu.
Meski demikian, kehadiran guest star bukan berarti menggeser posisi peserta defile sebagai bintang utama.
Seluruh rangkaian pertunjukan tetap berpusat pada karya-karya kreatif yang ditampilkan peserta melalui delapan defile yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.
Guest star justru berperan sebagai pintu masuk untuk menarik perhatian publik sebelum akhirnya mengenal esensi JFC sebagai panggung kreativitas.
Strategi ini juga selaras dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini banyak dipengaruhi media sosial.
Saat seorang figur publik membagikan pengalaman mengikuti JFC melalui unggahan foto maupun video, gaung acara berpotensi menjangkau jutaan pengguna dalam waktu singkat.
Efek promosi semacam ini menjadi nilai tambah yang sulit diperoleh melalui cara-cara konvensional.
Karena itu, sorotan terhadap kehadiran Sisca Saras sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai penampilan seorang tamu spesial.
Di balik itu, terdapat strategi JFC dalam memanfaatkan kekuatan era digital untuk memperluas eksposur tanpa menghilangkan identitas utamanya, yakni parade kostum spektakuler hasil kreativitas para peserta yang tetap menjadi pusat perhatian setiap penyelenggaraan JFC.
Penulis : Siti Roihani
Editor : M. Ainul Budi