Radar Jember – Kreativitas pengguna media sosial di platform Tiktok kembali melahirkan fenomena unik yang memicu perbincangan hangat.
Kali ini, perhatian warganet tersedot oleh kemunculan sebuah lagu jenaka hasil kreasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bertajuk "MBG: Mas Bahlil Ganteng".
Lagu ini secara cepat menyebar luas hingga menjadi pemanis audio (backsound) favorit bagi ribuan konten video pendek di platform tersebut.
Kemunculan lagu berbasis AI ini merefleksikan bagaimana dinamika politik, program pemerintah, dan tren teknologi modern dapat melebur menjadi sebuah hiburan kultur populer yang ringan di ruang digital.
Paduan Narasi Makan Gratis dan Personifikasi Tokoh
Dalam aransemennya yang adiktif, lirik lagu tersebut secara kreatif mengaitkan akronim "MBG"—yang merujuk pada program nasional Makan Bergizi Gratis—dengan personifikasi jenaka dari sosok tokoh publik sekaligus menteri kabinet, Bahlil Lahadalia.
Fenomena semacam ini kerap terjadi di Tiktok, di mana algoritma platform mampu mendongkrak konten-konten yang menggabungkan unsur humor lokal, tokoh populer, dan musik yang mudah diingat (catchy).
Di samping fungsi utamanya sebagai hiburan, viralnya lagu ini juga memperlihatkan sisi lain dari cara masyarakat merespons program-program besar pemerintah melalui medium yang penuh canda.
Pemanfaatan instrumen musik buatan AI di media sosial kini terbukti kian masif digunakan oleh para kreator konten sebagai strategi jitu untuk menaikkan angka keterlibatan (engagement) penonton dan menembus halaman utama (FYP) Tiktok.
Editor : Imron Hidayatullahh