Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Apa Itu Fenomena Pink Moon? Ini Penjelasan Ilmiahnya

M. Ainul Budi • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:54 WIB
Fenomena Pink Moon
Fenomena Pink Moon

RADAR JEMBER - Bulan purnama April atau yang dikenal sebagai pink moon akan menghiasi langit Indonesia pada 1–2 April 2026.

Profesor astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut momen ini bisa dinikmati sejak maghrib hingga menjelang matahari terbit. Bahkan, kamu tidak perlu alat khusus untuk melihatnya.

"Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1–2 April 2026," kata Thomas.
Fenomena ini bisa diamati langsung dengan mata telanjang, namun akan lebih maksimal jika menggunakan kamera atau teleskop.

Baca Juga: Fenomena Langit Maret 2026: Dari Blood Moon hingga Konjungsi Venus-Saturnus, Simak Jadwal Resminya!

"Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera," ujarnya.

Meski disebut pink moon, jangan salah paham. Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda.

"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," jelas Thomas.

Secara ilmiah, fenomena ini hanyalah bulan purnama biasa yang terjadi setiap bulan. Namun tetap menarik karena tampak lebih besar saat dekat cakrawala akibat efek ilusi optik.

Baca Juga: Siapkan Kamera! Besok Malam Langit Indonesia Akan Dihiasi Gerhana Bulan Total 'Blood Moon'

Selain itu, fenomena ini juga aman untuk diamati dan tidak menimbulkan dampak berbahaya.

"Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi," lanjutnya.

Jadi, jangan lewatkan momen langit indah ini. Cukup cari tempat dengan langit cerah, minim polusi cahaya, lalu arahkan pandangan ke langit timur setelah maghrib.

Editor : M. Ainul Budi
#pink moon #bulan purnama #Fenomena