RADAR JEMBER - Hari Jumat, 27 Februari 2026, menandai sebuah momentum yang dianggap penuh keberkahan dan keistimewaan bagi masyarakat, khususnya di Jawa.
Berdasarkan penanggalan, hari tersebut merupakan perpaduan antara Jumat Kliwon dalam kalender Jawa dan 10 Ramadan 1447 Hijriah dalam kalender Islam.
Pertemuan antara hari yang diagungkan dalam tradisi Jawa dan bulan suci Ramadan ini membawa pesan spiritual yang mendalam.
1. Makna Jumat Kliwon dan Weton
Dalam kebudayaan Jawa, Jumat Kliwon sering kali dipandang sebagai hari yang memiliki energi spiritual paling kuat dibandingkan hari-hari lainnya.
Weton: Jumat Kliwon (10 Poso 1959 dalam penanggalan Jawa).
Watak: Masyarakat tradisional meyakini bahwa mereka yang lahir atau melakukan aktivitas di hari ini diharapkan dapat meningkatkan kedekatan diri dengan Sang Pencipta serta leluhur melalui laku prihatin dan pembersihan diri.
2. Malam ke-10 Ramadan: Fase Rahmat
Secara keagamaan, 27 Februari 2026 bertepatan dengan malam ke-10 bulan Ramadan. Dalam sejarah tradisi keislaman, sepuluh hari pertama Ramadan dikenal sebagai fase Rahmat (Kasih Sayang Allah).
Menjalani hari Jumat di pengujung fase pertama Ramadan ini dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk memperbanyak doa, zikir, dan sedekah.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memastikan diri mereka mendapatkan fondasi spiritual yang kuat sebelum memasuki fase pengampunan (Maghfirah).
3. Sinkronisasi Budaya dan Agama
Pertemuan dua penanggalan ini sering dirayakan dengan berbagai kegiatan positif oleh masyarakat, seperti:
Santunan Anak Yatim: Sebagai wujud syukur dan berbagi rahmat.
Tahlil dan Doa Bersama: Mengirimkan doa untuk keluarga yang telah tiada.
Refleksi Diri: Memperbanyak introspeksi di malam yang tenang untuk menyempurnakan ibadah puasa.
Editor : M. Ainul Budi