Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Membedah Masa Mesozoikum Indonesia: Mengapa Fosil Dinosaurus Mustahil Terbentuk di Wilayah yang Masih Menjadi Laut Purba

Redaksi Radar Jember • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:08 WIB
Pinterest, Replika Fosil Dinosaurus (Foto: Tanya Stewart)
Pinterest, Replika Fosil Dinosaurus (Foto: Tanya Stewart)

RADAR JEMBER - Dinosaurus adalah hewan purba yang hidup pada era Mesozoikum, sekitar 245 juta hingga 66 juta tahun yang lalu.

Makhluk raksasa ini dikenal sebagai kelompok reptil bertubuh besar dengan postur tegak, yang mendominasi Bumi selama lebih dari 150 juta tahun sebelum akhirnya punah akibat tumbukan meteorit dan aktivitas vulkanik masif. 

Fosil-fosil dinosaurus kini dapat ditemukan di hampir seluruh benua, terutama di wilayah padang pasir dan daerah tandus di Amerika Utara, China, hingga Argentina.

Namun, berbeda dengan negara-negara tersebut, Indonesia hingga saat ini tidak pernah menemukan fosil dinosaurus. Mengapa demikian?

Arkeolog dari Universitas Indonesia, Ali Akbar, menegaskan bahwa ketiadaan fosil dinosaurus di Indonesia bukanlah sebuah kebetulan.

Penyebab utamanya berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia pada masa Mesozoikum.

Pada waktu tersebut, wilayah yang kini menjadi Indonesia sebagian besar berada di bawah permukaan laut. Karena dinosaurus adalah hewan darat, mereka tidak hidup di kawasan yang tenggelam atau berupa samudra purba.

Akibatnya, tidak ada jasad dinosaurus yang terendapkan di wilayah ini dan kemudian menjadi fosil.

Ali Akbar menjelaskan bahwa meski tidak ditemukan di daratan Indonesia, kemungkinan fosil dinosaurus berada di dasar laut masih tetap ada.

Namun, tantangan untuk menemukannya sangat besar karena proses pencarian fosil bawah laut membutuhkan teknologi canggih, biaya sangat tinggi, serta akses lokasi yang sulit.

Selain itu, pergeseran lempeng tektonik yang aktif di Indonesia menyebabkan lapisan tanah purba tertutup, terlipat, atau terpatahkan, sehingga jejak fosil semakin sulit dijangkau.

Secara geologis, era Mesozoikum terbagi menjadi tiga periode penting: zaman Tria (251,9–201,3 juta tahun lalu), zaman Jura (201–145 juta tahun lalu), dan zaman Kapur (145–66 juta tahun lalu). Ketiga periode ini adalah masa ketika dinosaurus berkembang pesat dan mendominasi ekosistem darat. 

Namun pada masa yang sama, wilayah Nusantara masih berupa kepulauan kecil dan lautan luas yang berada jauh di bawah permukaan air.

Kondisi ini tidak memungkinkan terbentuknya sedimen fosil dinosaurus seperti yang ditemukan di benua besar yang kala itu telah terbentuk dan memiliki daratan luas.

Sementara itu, rekaman fosil di Indonesia baru muncul pada periode yang jauh lebih muda.

Fosil purba tertua yang ditemukan di wilayah Nusantara berasal dari sekitar satu juta tahun yang lalu, yakni fosil manusia purba Pithecanthropus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, Jawa Timur. Seiring dengan penemuan tersebut, mulai ditemukan pula fosil-fosil flora dan fauna berukuran besar lain yang hidup jauh setelah dinosaurus punah.

Karena itulah, Indonesia tidak memiliki catatan fosil dinosaurus sebagaimana negara-negara lain. Kondisi geografis dan geologis masa lampau menjadi faktor penentu utama. Meski demikian, para peneliti tidak menutup kemungkinan bahwa sisa-sisa kehidupan pada era Mesozoikum masih tersimpan di dasar laut Nusantara. 

Penelitian lebih lanjut, terutama eksplorasi bawah laut, bisa saja membuka penemuan mengejutkan di masa depan. Namun, hingga kini, Indonesia tetap menjadi salah satu wilayah di dunia yang tidak memiliki fosil dinosaurus di daratannya.

Penulis: Agil Prasetyo

Editor : M. Ainul Budi
#Mesozoikum #laut purba #vulkanik #fosil dinosaurus