Radar Jember – Siap-siap dibuat mikir sambil ketawa oleh film terbaru dari Imajinari.
Kali ini, mereka hadir dengan Tinggal Meninggal, sebuah film bergenre komedi gelap atau dark comedi yang bakal mengajak kamu menyelami sisi absurd dari pencarian perhatian di tengah dunia yang makin individualis.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh komika dan aktor muda berbakat Kristo Immanuel, film ini juga melibatkan penulis Jessica Tjiu dalam proses pengembangan naskahnya.
Sinopsis Film Tinggal Meninggal
Gema (diperankan Omara Esteghlal) adalah pria kikuk dan pemalu yang merasa canggung dalam hampir semua interaksi sosial.
Ia seperti bayangan di tengah keramaian selalu ada, tapi jarang diperhatikan.
Semua berubah ketika kabar duka datang, ayah Gema meninggal dunia.
Ajaibnya, justru saat itu Gema mulai merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan yaitu perhatian.
Teman-teman kantornya mulai menghampiri, menanyakan kabar, bahkan mengajaknya berkumpul. Untuk pertama kalinya, ia merasa dianggap.
Namun seperti kebanyakan empati musiman, semuanya cepat berlalu.
Setelah suasana duka mereda, Gema kembali menjadi "tak terlihat".
Dari sinilah pikirannya mulai bermain, kalau kematian bisa menarik perhatian, mungkin aku bisa menciptakan duka lain.
Gema pun mulai menciptakan kebohongan demi kebohongan, hanya demi bisa merasakan kembali hangatnya perhatian.
Tapi tentu saja, semua kepalsuan punya batas.
Saat semuanya mulai terungkap, hidup Gema berubah jadi kekacauan yang tak bisa ia hindari.
Pemeran Lengkap Film Tinggal Meninggal:
- Omara Esteghlal sebagai Gema
- Jared Uli sebagai Gema kecil
- Nirina Zubir sebagai Ibu Gema
- Mawar Eva de Jongh sebagai Kerin
- Muhadkly Acho sebagai Pak Cokro
- Ardit Erwandha sebagai Ilham
- Shindy Huang sebagai Adriana
- Mario Caesar sebagai Danu
Kapan Film Tinggal Meninggal Tayang?
Buat kamu yang sudah penasaran, catat tanggalnya baik-baik!
Film Tinggal Meninggal dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 Agustus 2025.
Jadi, siapkan waktu, ajak teman nonton, dan jangan lupa bawa tisu—buat nangis ketawa atau mungkin mikir dalam diam setelahnya.
Penulis: Ning Nabila Zuhro
Editor : M. Ainul Budi