Radar Kember— Kesuksesan serial Malaysia Bidaah yang menyita perhatian penonton Indonesia mendorong rumah produksi Dee Company untuk mengadaptasinya ke layar lebar.
Film adaptasi tersebut akan berjudul Khurafat Walid dan saat ini tengah memasuki tahap praproduksi.
Serial Bidaah, yang sempat viral di platform Viu dan kini tayang di Trans TV, dikenal karena mengangkat tema sensitif tentang penyimpangan ajaran agama dan manipulasi spiritual oleh tokoh sekte karismatik.
Cerita tersebut akan diolah ulang dalam konteks Indonesia melalui film Khurafat Walid, yang akan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri langsung oleh Dee Company.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari publik terhadap Bidaah, terutama dari kalangan anak muda dan penikmat cerita thriller keagamaan. Khurafat Walid akan kami kemas secara kontekstual, menyesuaikan dengan realitas sosial di Indonesia,” ujar Dheeraj Kalwani, produser Dee Company, dalam konferensi pers di Jakarta.
Dalam versi film ini, tokoh Walid akan tetap menjadi pusat cerita seorang pemimpin sekte keagamaan dengan wajah karismatik namun menyimpan agenda gelap.
Belum diumumkan siapa aktor Indonesia yang akan memerankan sosok Walid, namun sejumlah nama besar disebut sedang dalam tahap seleksi.
Kreator asli Bidaah, Erma Fatima, dikabarkan ikut terlibat dalam proses adaptasi ini sebagai konsultan cerita.
Ia menyatakan dukungannya terhadap proyek film ini dan berharap pesan moral dari kisah tersebut tetap terjaga meskipun dipindahkan ke budaya dan latar yang berbeda.
“Ini cerita yang melampaui batas negara. Sekte dan ajaran sesat adalah masalah universal. Saya senang cerita ini bisa hidup dalam versi Indonesia,” ungkap Erma melalui video call dari Kuala Lumpur.
Khurafat Walid dijadwalkan mulai syuting pada Agustus 2025 dengan target penayangan di bioskop awal 2026.
Lokasi syuting direncanakan berada di beberapa wilayah di Jawa Barat dan Banten, yang dinilai cocok merepresentasikan nuansa komunitas tertutup seperti dalam serial aslinya.
Film ini diprediksi menjadi salah satu produksi Indonesia yang paling dinanti, terutama karena membawa genre religi-thriller yang jarang dieksplorasi secara serius dalam perfilman nasional.
Penulis: Anik Kholifatul Imania