radar jember - Promising Young Woman (2020) adalah sebuah film yang menyajikan kritik tajam terhadap budaya patriarki dan impunitas sistemik yang melindungi pelaku kekerasan seksual.
Dalam film ini, Carey Mulligan berperan sebagai Cassie, seorang perempuan yang dunianya berhenti sejak sahabatnya, Nina, merenggut nyawanya sendiri setelah mengalami pelecehan seksual dan tak pernah mendapatkan keadilan.
Padahal, Nina adalah seorang mahasiswa yang cerdas dengan masa depan yang cerah.
Karena hubungannya dengan Nina yang sudah seperti keluarga sendiri, membuat Cassie ikut berhenti kuliah untuk menemani masa kritis Nina dan mencari keadilan untuk sahabatnya itu.
Namun sayangnya, dunia tidak berpihak kepada Nina.
Atas apa yang terjadi kepada sahabatnya, Cassie memilih untuk melampiaskannya dengan berpura-pura mabuk di klub malam, menguji hasrat pria-pria yang mendekatinya, lalu memberikan ‘pelajaran’ atas apa yang mereka telah perbuat.
Cassie percaya bahwa apa yang ia lakukan akan memberikan efek jera bagi para laki-laki yang suka mengambil kesempatan dalam kondi rentan perempuan.
Puncak dari letupan dendam Cassie adalah ketika dirinya mengetahui bahwa Al Monroe, pelaku pelecehan Nina merupakan orang yang bergelimang hormat.
Cassie merancang rencana terakhirnya untuk memberikan keadilan kepada Nina dengan penuh kesiapan.
Rencana ini akan menjadi hadiah yang tak terlupakan pada pernikahan Al monroe.
Fennel, sang sutradara, berhasil menyajikan sebuah film yang berani dalam menyoroti bagaimana budaya patriarki masih sangat melindungi pelaku pelecehan seksual yang mana justru korban lah yang mendapatkan penghakiman dari masyarakat.
Diperlakukan dengan skeptis, diragukan kesaksiannya, bahkan disalahkan atas tragedi yang mereka alami.
Lebih-lebih, seluruh tindakan itu dilakukan tidak hanya oleh individu tertentu, namun terstrukstur oleh sistem sosial yang lebih luas, tak terkecuali institusi akademik, hukum, bahkan oleh sesama kelompok perempuan.
Apa yang telah dilakukan oleh cassie adalah wujud dari kemarahan perempuan yang lelah dengan impunitas pelaku serta ketidakadilan sistem.
Tanpa pandang bulu, ia menantang seluruh elemen status quo seperti dekan universitas, pengacara, bahkan sosialita yang menutup mata atas apa yang telah dialami oleh Nina.
Kekuatan lain yang dimiliki oleh film ini adalah dalam membongkar mitos “pria baik” yang dijadikan topeng untuk perilaku jahat.
Ryan, mantan teman kuliah Cassie yang tampak baik dan suportif, ternyata adalah salah satu dari pelaku pelecahan terhadap Nina. Ini menunjukkan bahwa sistem yang melindungi predator seksual bisa berwujud apapun.
Lebih lanjut, perjuangan Cassie di akhir film yang tragis, semakin mempertegas bagaimana perempuan yang menuntut keadilan seringkali harus mengorbankan segalanya, termasuk nyawa sekalipun.
Namun, semua perlawanan akan berbuah kemenangan.
Meski hidup Cassie berakhir dengan cara yang mengenaskan, ia tetap memenangkan pertempuran dengan kecerdasannya untuk meninggalkan bukti yang mampu menyeret Al Monroe kedalam jeruji besi.
Narasi ini memberikan angin segar bahwa sekalipun perlwanan yang dilakukan harus berdarah-darah, selama perlawanan itu beratas nama kebenaran, maka ia akan selalu menemukan jalan.
Promising young Woman bukan hanya sekedar film balas dendam biasa, namun sebuah seruan bahwa kekuatan yang mendukung korban akan selalu mampu menghancurkan budaya yang melindungi pelaku. Selama masih ada yang berani melawan.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi