Radar Jember - Kucing dengan mata biru memang terlihat sangat menawan.
Namun, banyak orang bertanya-tanya: benarkah kucing bermata biru cenderung tuli sejak lahir?
Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak", karena hal ini tergantung pada beberapa faktor genetik.
Terutama warna bulu dan ras kucing tersebut.
Tidak semua kucing bermata biru tuli.
Namun, kucing yang memiliki bulu putih dan mata biru memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami ketulian.
Mengapa begitu?
Dikutip dari International Cat Care, penyebab utamanya adalah genetik, tepatnya gen dominan putih (gen W).
Gen W membuat kucing lahir dengan bulu putih polos dan sering kali mata biru.
Tapi, gen ini tidak hanya memengaruhi warna bulu dan mata.
Melainkan juga perkembangan sel pigmen (melanosit) di seluruh tubuh, termasuk telinga bagian dalam.
Baca Juga: Boby Tahta Kucing Tertinggi di Indonesia, KOK BISA?
Peran Melanosit dalam Pendengaran
Melanosit adalah sel yang menghasilkan pigmen.
Tapi, mereka juga memiliki peran penting di dalam koklea, yaitu bagian telinga dalam yang bertanggung jawab untuk mendeteksi suara.
Jika melanosit tidak berkembang dengan baik, koklea bisa rusak dan menyebabkan ketulian permanen sejak lahir.
Kucing putih dengan dua mata biru sering kali memiliki jumlah melanosit yang sangat sedikit, sehingga mereka memiliki risiko tinggi untuk tuli di kedua telinga.
Jika hanya satu mata biru, mereka mungkin hanya tuli di satu telinga.
Biasanya di sisi mata biru tersebut.
Jika kedua mata biru, kucing tersebut memiliki kemungkinan sekitar 60–80 persen untuk tuli total.
Jika satu mata biru, ketulian biasanya terjadi pada telinga di sisi yang sama dengan mata biru.
Jika tidak ada mata biru, tapi kucing tetap berwarna putih, kemungkinan tuli tetap ada tapi lebih kecil, sekitar 17–22 persen.
Baca Juga: Begini Lucunya Kucing Prabowo yang Diboyong Ke Istana Negara
Bagaimana dengan Kucing Non-Putih Bermata Biru?
Kucing yang tidak memiliki bulu putih tapi bermata biru—seperti ras Siam, Ragdoll, atau Birman—umumnya tidak mengalami ketulian.
Sebab, warna mata biru mereka tidak berasal dari gen W.
Melainkan dari mekanisme genetik yang berbeda dan tidak memengaruhi melanosit di telinga.
Bagaimana Ciri-Ciri Kucing Tuli?
Beberapa gejala dapat dikenali sebagai tanda kucing mengalami tuli.
Salah satunya bila kucing tidak merespons suara lantang.
Lalu, tidak menyadari kehadiran pemiliknya, kecuali melihat langsung atau mencium baunya.
Selain itu, tidur sangat pulas dan tak terbangun oleh suara lantang.
Terakhir, respons terkejut saat disentuh.
Editor : Imron Hidayatullahh