Radar Jember – Belakangan ini, karakter Dennis dari serial animasi Adit Sopo dan Jarwo menjadi sorotan di media sosial terutama melalui potongan dialog ikoniknya, "Adit, tolongin dit!".
Adit, Sopo & Jarwo merupakan sebuah serial animasi karya anak bangsa yang mengangkat cerita kehidupan sehari-hari tiga tokoh utamanya, yakni Adit, Sopo, dan Jarwo.
Namun, selain ketiga tokoh utama tersebut, ada satu karakter yang sering kali mendapat sorotan negatif dari warganet, yakni Dennis.
Dennis adalah sahabat Adit yang digambarkan dengan tubuh gemuk dan mengenakan baju barong kuning.
Dalam serial tersebut, Dennis digambarkan sebagai sosok yang manja dan selalu bergantung pada Adit.
Ketika menghadapi masalah, Dennis sering kali meminta bantuan dengan ekspresi lugu dan nada melas, menciptakan kesan bahwa ia selalu menjadi beban bagi Adit.
Hal ini kemudian memicu reaksi dari warganet yang merasa bahwa Dennis terlalu sering menyusahkan Adit.
Bahkan, tak jarang warganet menyebutnya dengan julukan "Dontol", sebagai cemoohan terhadap perilaku negatif yang sering ia tunjukkan.
Fenomena ini semakin viral dengan munculnya berbagai meme dan video yang menggunakan potongan suara tersebut.
Banyak warganet yang mengedit adegan-adegan dari serial ini, menambahkan teks atau suara tambahan untuk menekankan kesan bahwa Dennis selalu meminta tolong kepada Adit.
Beberapa video bahkan menunjukkan reaksi Adit yang tampak kesal atau bingung menghadapi permintaan Dennis, menambah unsur humor dalam meme tersebut.
Meskipun banyak yang menganggap karakter Dennis sebagai sosok yang menyebalkan, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam serial Adit Sopo dan Jarwo.
Karakter ini menjadi bahan humor yang segar dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, menjadikannya salah satu karakter yang paling diingat dalam serial animasi tersebut.
Dengan semakin populernya meme "Adit, tolongin dit!", karakter Dennis berhasil mencuri perhatian warganet dan menambah daya tarik tersendiri bagi serial Adit Sopo dan Jarwo.
Penulis: Ning Nabila Zuhro
Editor : M. Ainul Budi