Radar Jember - Satu lagi film nasional siap meramaikan layar bioskop Indonesia mulai 5 Juni 2025.
Film berjudul Gowok Kamasutra Jawa menjadi perbincangan sejak diperkenalkan pertama kali dalam ajang 54th International Film Festival Rotterdam pada 2 Februari 2025 lalu.
Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MVP Pictures bersama Dapur Films.
Dengan durasi 2 jam 10 menit dan rating 17+, film ini diperuntukkan bagi penonton dewasa karena mengangkat tema erotisme dalam tradisi Jawa.
Mengambil latar kehidupan Pulau Jawa di era 1960-an, Gowok: Kamasutra Jawa mengangkat legenda tentang praktik pendidikan seksual tradisional bagi calon pengantin pria.
Dalam budaya Jawa kuno, seorang gowok adalah wanita yang dipercaya untuk mengajarkan pemuda tentang tubuh dan kepuasan perempuan sebelum memasuki pernikahan.
Cerita film ini bermula dari sosok Nyai Santi yang diperankan Lola Amaria.
Ia adalah seorang gowok legendaris yang memiliki murid muda bernama Ratri.
Ratri muda yang diperankan Alika Jantinia, kemudian jatuh cinta dengan Jaya, pemuda seusianya yang diperankan Devano Danendra.
Meski berjanji akan menikahi Ratri, Nyai Santi meragukan niat Jaya dan memisahkan keduanya.
Beberapa tahun kemudian, Ratri dewasa yang kini dikenal sebagai Nyai Ratri, diperankan Raihaanun, menjadi penerus Nyai Santi.
Nyai Ratri dipercaya untuk mendidik Bagas, putra dari Jaya dewasa yang diperankan oleh Reza Rahadian.
Namun, hubungan mereka berkembang menjadi lebih dari sekadar murid dan guru, hingga Bagas melihat Nyai Ratri sebagai pemuas nafsu.
Konflik batin dan ketegangan budaya menjadi latar utama dalam film ini.
Raihaanun dan Reza Rahadian kembali dipasangkan dalam film ini setelah sebelumnya sukses beradu akting dalam Twivortiare dan Layangan Putus the Movie.
Selain keduanya, film ini juga dibintangi aktor dan aktris papan atas tanah air seperti Lola Amaria, Nayla Purnama, Ali Fikry, Alika Jantinia, Donny Damara, Djenar Maesa Ayu, Slamet Rahardjo, dan Ady Bisl.
Film ini menjanjikan sajian sinematik yang kuat, kental nuansa budaya, serta berani mengangkat sisi kelam dan tabu dalam sejarah sosial Jawa.
Trailer film ini telah dirilis di beberapa kanal YouTube resmi dan mendapat respons beragam dari penonton.
Publik pun menantikan bagaimana Hanung Bramantyo akan meramu tema sensitif ini menjadi karya yang tetap sarat makna budaya.
Penulis: Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi