Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jumbo Tuai Pro Kontra, Netizen: Biarkan Anak Berfantasi, Jangan Potong Imajinasi!

M. Ainul Budi • Jumat, 18 April 2025 | 03:34 WIB
Film Jumbo
Film Jumbo

radar jember - Sebuah film animasi anak-anak berjudul "Jumbo" belakangan ramai dibahas, bukan karena jalan ceritanya yang seru, tapi karena satu adegan yang dianggap tidak realistis.

Dalam film tersebut, tokoh utamanya digambarkan bisa berbicara dengan orang yang sudah meninggal melalui radio.

Seorang orang tua merasa keberatan dengan adegan itu karena takut anak-anak akan mempercayainya dan mencoba hal serupa di dunia nyata.

Menurut mereka, bagian itu terlalu mengada-ada dan tidak relevan untuk ditampilkan dalam tontonan anak-anak.

Namun, pernyataan ini menuai respons beragam dari warganet.

Sebagian besar justru menilai bahwa tanggung jawab utama ada pada orang tua, bukan pada film.

Banyak yang berpendapat, jika orang tua merasa repot dengan film yang mengandung fantasi, maka seharusnya bukan filmnya yang disalahkan.

Melainkan, refleksi diri: kenapa sebagai orang tua, tidak siap menjawab pertanyaan anak-anak?

Anak-anak adalah makhluk penuh rasa ingin tahu, dan dari situlah proses tumbuh dan berkembang mereka dimulai.

Justru saat anak bertanya, itu adalah kesempatan emas untuk berdiskusi dan menjelaskan mana yang nyata dan mana yang hanya cerita.

Film dengan elemen fantasi sebenarnya bukan hal baru.

Kita ambil contoh "Toy Story", yang sempat membuat anak-anak zaman dulu percaya bahwa mainan mereka bisa hidup saat tidak dilihat.

Tapi nyatanya, tidak ada satu pun kasus membahayakan yang muncul karena film itu.

Anak-anak tumbuh, dan pada akhirnya mereka mengingat masa kecilnya dengan senyum, bukan trauma.

Fantasi dalam cerita bisa jadi pemantik imajinasi.

Siapa tahu dari tontonan semacam itu, anak-anak terinspirasi untuk menulis, menggambar, atau menciptakan dunia khayalan versi mereka sendiri.

Jadi, daripada membatasi anak menonton karena alasan “tidak masuk akal”, mungkin yang lebih penting adalah mendampingi dan membuka ruang dialog.

Karena justru dari pertanyaan-pertanyaan polos itulah, kecerdasan dan kreativitas anak terbentuk.

Editor : M. Ainul Budi
#Film Jumbo