Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisruh Donasi Agus Salim: Perselisihan Panjang Antara Novi, Denny Sumargo, dan Korban Penyiraman Air Keras

Radar Digital • Sabtu, 7 Desember 2024 | 21:05 WIB
Photo
Photo

 

RADAR JEMBER – Kisruh mengenai penggalangan dana untuk Agus Salim, korban penyiraman air keras, yang digalang oleh Pratiwi Noviyanthi (Novi) dan dipromosikan oleh Denny Sumargo, telah menjadi sorotan publik. Kasus ini hingga kini belum mencapai titik terang, dengan perselisihan panjang antara Agus Salim, Novi, dan Denny Sumargo. Masing-masing pihak saling mengklaim dan permasalahan ini berujung pada laporan polisi, bahkan hingga melibatkan pemerintah.

Awal Mula Kasus

Agus Salim, yang kehilangan sebagian penglihatannya akibat penyiraman air keras oleh rekannya pada 1 September 2024, menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial. Menyadari kondisinya yang memprihatinkan, Novi, seorang YouTuber aktif dalam kegiatan sosial, memutuskan untuk membuka penggalangan dana untuk membantu pengobatan Agus. Denny Sumargo, selebriti sekaligus YouTuber dengan banyak pengikut, memberikan dukungan penuh dan membantu mempromosikan penggalangan dana ini melalui kanal YouTube-nya, Curhat Bang Denny Sumargo. Dengan bantuan Denny, donasi untuk Agus berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,5 miliar, yang diharapkan bisa digunakan untuk pengobatan mata Agus agar ia dapat kembali melihat.

Perselisihan Muncul

Meskipun niat baik Novi dan Denny untuk membantu Agus, masalah mulai muncul setelah penggalangan dana ditutup. Perselisihan timbul terkait penggunaan dana yang terkumpul. Novi merasa dana tersebut tidak digunakan untuk pengobatan Agus, melainkan lebih untuk kebutuhan pribadi Agus dan keluarganya.

Sementara itu, Agus merasa dana tersebut adalah haknya karena telah masuk ke rekening pribadinya. Kekurangan transparansi dalam penggunaan dana membuat Novi meminta Agus mengembalikan uang tersebut ke rekening yayasan. Agus yang sebelumnya mendapat simpati publik kini menghadapi kritik warganet. Merasa nama baiknya tercemar, Agus pun melaporkan Novi ke Polda Metro Jaya pada 19 Oktober 2024, dengan laporan bernomor LP/B/6330/X/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.

“Saudara MAS (Agus Salim) ini melaporkan (Novi) dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah menggunakan media elektronik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam.

Berbagai tuduhan pun mulai bermunculan, mulai dari dugaan Novi menggunakan narkoba hingga ia dituduh menyewa buzzer untuk menggalang petisi agar donasi yang diterima Agus dikembalikan. Pada 26 November 2024, Agus dan Novi sempat melakukan mediasi yang difasilitasi oleh pengacara Krisna Murti di Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, Novi tiba-tiba meninggalkan mediasi karena ingin agar Denny juga dimasukkan dalam kesepakatan tersebut, meskipun Agus dan kuasa hukumnya sudah siap untuk menandatanganinya.

Donasi 7 Turunan

Setelah mediasi gagal, Denny mengungkapkan melalui akun Instagram pribadinya bahwa ia heran dengan salah satu klausal dalam draf kesepakatan yang mengatur bahwa Agus bisa menerima donasi hingga tujuh turunan. Denny pun mempertanyakan hal tersebut, yang langsung memicu reaksi dari Farhat Abbas, kuasa hukum Agus.

"Itu bukan saya yang nulis. Itu permintaan mereka (Novi). Sebenarnya saya udah nggak mau lagi mereka minta-minta uang buat Agus," kata Farhat.

Pemerintah Turun Tangan

Melihat kisruh ini semakin panjang, Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya turun tangan. Menteri Sosial Saifulla Yusuf (Gus Ipul) memanggil Denny dan Novi pada 29 November 2024 untuk dimintai keterangan terkait donasi Agus. Kemensos berencana memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak, dan kemungkinan akan memanggil Agus juga untuk dimintai keterangan.

"Disambut baik oleh menteri. Di mana mereka juga sangat melihat ini bisa ke arah yang buruk," ujar Denny di Kemensos, Jakarta.

Denny Tawarkan Rp300 Juta

Denny, yang tampaknya ingin menyelesaikan konflik ini, menawarkan Agus uang Rp300 juta dari uang pribadinya untuk pengobatan. Namun, Novi mengungkapkan bahwa Agus menolak tawaran tersebut karena menganggap uang Rp300 juta tidak cukup, dan ia lebih memilih untuk berobat ke Singapura.

“Dia mau (berobat) ke Singapura. Dikasih Rp300 juta, dia masih nggak mau,” kata Novi.

Denny juga mengonfirmasi hal ini, mengatakan bahwa ia menawarkan uang tersebut sebagai langkah terakhir untuk menyelesaikan konflik. Namun, Farhat melihat tawaran tersebut sebagai bentuk suap.

"Kamu minta laporan pidana Agus dicabut kan? Sama saja dengan menyuap," ujar Farhat.

Agus Berobat ke Singapura

Agus Salim, pada akhirnya, memutuskan untuk berobat ke Singapura dengan bantuan dari Krisna Murti dan Farhat Abbas, bukan dengan dana donasi yang terkumpul. Farhat juga telah menyiapkan beberapa alternatif rumah sakit, termasuk kemungkinan untuk operasi di Malaysia.

"Nggak ada, bukan dari donasi. Ini dari Pak Krisna sama Pak Farhat," jelas Agus.

 

Editor : Radar Digital
#agus salim