Radar Jember - Riza Shahab pernah terjerat kasus Narkoba pada tahun 2018, mantan seorang artis sinetron, pernah mengalami masa sulit ketika ia ditangkap oleh petugas Polda Metro Jaya pada Jumat dini hari pukul 01.30 setelah mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Penangkapan ini dilakukan bersama lima rekannya, yaitu Rizka Hijrah Syafitria, Rastio Eko Fernando, Achmad Reza, Santry Napitupulu, dan Wedo Satria.
Mereka ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, setelah dilakukan interogasi, dan para tersangka mengaku mengonsumsi narkotika di lantai 23 dari apartemen tersebut.
Dalam pernyataannya, Riza mengungkapkan penyesalan mendalam atas perbuatannya dan meminta maaf kepada orang-orang yang terdampak.
Dalam menghadapi kasus ini, Riza Shahab diberi kesempatan untuk memulai perjalanan rehabilitasinya dengan tidak ditahan oleh pihak berwenang.
Sebaliknya, ia dan kelima rekannya diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan selama sebulan.
Keputusan ini diambil oleh BNNP DKI Jakarta, yang memberikan kesempatan kepada para tersangka untuk memperbaiki diri daripada mendekam di penjara.
Selama masa rehabilitasi, Riza menerima dukungan penuh dari keluarga dan teman-temannya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas keputusan rehabilitasi dan berterima kasih kepada teman-teman media yang memberikan dukungan.
Program rehabilitasi rawat jalan ini bertujuan untuk membantu mereka mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba dan memperbaiki kondisi fisik serta mental.
Rehabilitasi ini dilakukan di kantor BNNP DKI Jakarta, yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dengan fasilitas dan dukungan yang lengkap untuk proses pemulihan.
Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya menunjukkan bahwa Riza memiliki tekad kuat untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba dan memulihkan dirinya.
Kini, Riza Shahab telah menata kembali hidupnya dan merintis karier baru setelah kembali ke Jember pada tahun 2018.
Dalam sebuah sesi podcast di kanal YouTube Radar Jember, Riza berbagi cerita tentang perjalanan karier dan kehidupannya saat ini.
Salah satu usaha yang ia jalankan adalah Kopi Kesuwon, yang ia dirikan pada tahun 2018. Selain fokus pada bisnis kopi, Riza juga merambah ke bisnis pengharum ruangan yang dijual secara online.
Aktivitas sehari-harinya diisi dengan mengurus Kopi Kesuwon dari pagi hingga sore, kemudian menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga setelah pulang.
Riza menyadari bahwa mempertahankan bisnis bukanlah hal yang mudah, terutama saat pandemi COVID-19 melanda.
Namun, ia tetap gigih menjalankan Kopi Kesuwon meskipun sempat terlintas untuk menutup usaha tersebut. "Mempertahankan itu sulit, apalagi waktu itu ada COVID-19, jadi sempat kepikiran untuk tutup aja, tapi ini kan mata pencaharian utama, jadi ya udahlah tetap ditahan," kenangnya.
Riza Shahab menunjukkan semangat dan keteguhan dalam menghadapi tantangan, baik dalam menjalani kehidupan pribadi maupun dalam merintis usaha barunya.
Ini adalah bukti dari keberhasilan proses pemulihan dan usahanya untuk kembali ke masyarakat dengan citra yang lebih baik.
Editor : Radar Digital