radar jember - Musisi Indonesia, penyanyi sekaligus penulis lagu Sal Priadi baru-baru ini telah merilis Album penuh kedua bertajuk MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISK pada 8 Maret 2024 lalu.
Sejak mengeluarkan album pertamanya berisi 3 lagu, MARKERS AND SUCH (2022) kini ia akan merilis album kedua sebagai versi lengkapnya. Hal yang paling dijaga adalah spontanitas dalam menghasilkan karya, hal yang tersirat dalam bentuk lirik ataupun artwork yang beberapa kali pengambilan gambarnya dilakukan oleh Sal sendiri.
Sebagai kespontanannya, Sal Priadi menyebarkan potongan lirik dari album terlebih dahulu sebagai bukti eksplorasi penulisan lagu yang sedang terus dilakukan.
"Album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISK ini secara lirik gue seperti punya taman bermain yang baru. Jadi eksplorasi gue tuh di persoalan lirik. Sehingga itu yang gue keluarin duluan. Ya udah deh lagunya belum rilis, gue keluarin potongan liriknya dulu untuk menggambarkan suasana dari albumnya," kata Sal.
Album yang dirilis berisi 15 lagu tersebut, ternyata baru-baru ini salah satu dari 15 lagu tersebut yakni Lagu Gala Bunga Matahari menjadi viral di media sosial Tiktok.
Lagu Gala Bunga Matahari sendiri, di rilis oleh Sal Priadi setelah lagu 'Dari Planet Lain'. Bagi sang penulis, Sal Priadi sendiri lagu ini memiliki makna yang cukup dalam, yakni tentang perasaan kehilangan sekaligus kerindungan pada sosok kekasih yang tidak mungkin lagi diharapkan kehadirannya karena sudah meninggal.
"Kutulis lagu ini untuk sama sama belajar mengeja duka. Duka selalu melahirkan perasaan yang khusus, perasaan sedih yang teramat juga dibersamai dengan kepercayaan bahwa mereka yang pergi berharap kita melanjutkan hidup ini dengan sebaik-baiknya," tulis Sal Priadi di akun media sosialnya.
Dibalik maknanya yang mendalam tersebut, membuat warganet ramai-ramai memposting nyanyiannya menyanyikan lagu Gala Bunga Matahari versi mereka sendiri. (dea)
Editor : Radar Digital