KANADA, RADARJENBER.ID-Penyanyi legendaris Kanada Celine Dion, penyanyi kondang asal Kanada tidak lagi memiliki 'kontrol otot' Demikian kata Claudette Dion, ungkap kakak perenpuan kakak Celine.
Setahun setelah Pelantun lagu "My Heart Will Go On" setahun terakhir initu terpaksa membatalkan tur duni di Desember lalu, Claudette Dion,kakak kandung Celine Dion mengatakan Celine perlu istirahat beberapa saat sebelum Celine Dion kembali ke panggung.
Selama ini Celine berjuangmelawan kelainan saraf disebut stiff person syndrome.Kondisi Celine bersifat progresif dan tidak dapat disembuhkan menyebabkan tubuh menyerang sel sarafnya sendiri dan berdampak buruk pada mobilitas.
'Dia bekerja keras, tetapi dia tidak memiliki kendali atas otot sendiri Yang menghancurkan hati saya adalah dia selalu disiplin,'tegas Claudette kepada 7 Jours."Dia selalu bekerja keras. Ibu kami selalu memberitahunya, 'Kamu akan melakukannya dengan baik dan benar."kata Claudete.
Claudette menambahkan, 'Pita suara adalah otot, dan jantung juga merupakan otot. Inilah datang untuk menangkap saya. Karena ini hanya 1 dari sejuta kasus, para ilmuwan belum melakukan banyak penelitian karena penyakit ini tidak berdampak banyak orang.'’jelas sang kakak.
Badan amal keluarga Celine, Fondation Maman Dion, dibanjiri pesan dukungan untuk sang bintang. Claudette sebelumnya mengungkapkan bahwa meskipun bekerja dengan 'peneliti terkemuka di bidangnya', kesehatan saudara perempuannya hanya terlihat sedikit perbaikan.
Dia mengatakan kepada Le Journal de Montreal: “Kami belum menemukan obat yang bekerja, namun kami tidak kehilangan harapan.”papar dia.Pada bulan Oktober, Claudette mengatakan Celine belum bergantung dari kursi roda untuk bepergian .
Namun dia masih berencana untuk kembali tampil.Penderita sindrom orang kaku (SPS) dapat mengubah penderitanya menjadi 'patung manusia', membuat mereka kesulitan berjalan atau berbicara.
Kondisi ini, diperkirakan hanya menyerang satu dari sejuta orang, juga dapat menyebabkan kejang menghasilkan kekuatan cukup untuk menyebabkan patah tulang.Biasanya, pasien didiagnosis berusia sekitar 30-50 tahun, dan sebagian besar adalah wanita.
Bintang tersebut pertama kali mengungkapkan diagnosisnya di Desember 2022 melalui postingan Instagram berlinang air mata, dan beberapa bulan kemudian membatalkan tur dunia, dan dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2023.
Pada bulan September, sebuah video muncul di YouTube berjudul 'Keluarga Celine Dion Mengungkapkan Bagaimana Dia Meninggal', di mana seorang narator tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa penyakitnya tidak dapat disembuhkan 'berkembang dengan sangat cepat'.
Video tersebut telah dipublikasikan ulang di TikTok, dan telah ditonton lebih dari 430.000 kali.Keluarga tetap berharap dan optimis Celine Dion bisa sembuh dan sehat kembali seperti sediakala.(*)
Editor : Radar Digital