Subardo pun menuturkan mengenai pengalamanya syuting sebagai hantu di film KKN di Desa Penari tersebut. Tampil sebagai hantu dengan durasi pendek cukup melelahkan bagi Subardo karena memerlukan persiapan yang cukup merepotkan.
“Saya saat ini diminta menjadi hantu. Selain itu saya juga ikut jaga disini,” kata Subardo
Subardo harus berjuang sehari semalam, sebab make up hantu yang menutupi wajahnya tidak boleh dihapus dalam waktu 24 jam.
“ketika menunggu giliran take, saya dan puluhan orang lainya menunggu di dalam bus dengan AC yang menyala,” kata Subardo
Hal ini dilakukan agar make up mereka tidak luntur “kasian yang make up separuh wajah, honornya sama tapi lebih susah”. Tuturnya
Perjuangan Subardo dan lainya pun tak hanya sampai disitu saja, karena pada saat syuting berlangsung mereka tidak boleh mengedipkan mata apalagi memejamkan mata.
Film KKN di Desa Penari sukses menarik banyak minat masyarakat untuk menontonya, dan saat ini film ini tembus dengan jumlah penonton yang fantastis 6 juta lebih penonton dan masih tayang dibioskop.
Namun dibalik kesuksesan film ini banyak sisi lain yang menjadi sorotan netizen saat ini, salah satunya tentang pemberian upah terhadap pemain pendukung seperti hantu masyarakat yang ada di film KKN di Desa Penari ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam garapan film ini sudah menghabiskan biaya produksi kisaran 15 milliar.
Penulis : Winda (mg)
Source : Berbagai Sumber Editor : Alvioniza