BACA JUGA : Warga Temukan Jasad Perempuan di Pantai Paseban Jember
Belasan, bahkan puluhan, tahun berlalu sejak klien pertama Cline berhasil menimang buah hati. Sejak kecil, ’’anak pertama” (Sibling #1) Jacoba Ballard penasaran. Jacoba yakin, sebagai anak yang lahir lewat program inseminasi dengan donor sperma, dirinya punya setidaknya 1–2 saudara. Keingintahuan itu sebatas pertanyaan, hingga pada 2014, alat tes DNA 23andMe viral. Dari sana, muncul satu fakta: dia memiliki tujuh, bahkan lebih, saudara.
Ibarat deretan kartu domino, satu per satu ’’anak” Cline terungkap. Hingga terkumpul setidaknya 94 anak. Semuanya melalui fase yang sama. Kebingungan, marah, perasaan dikhianati, serta tak berdaya tumplek bleg. Mengabarkan kebenaran para saudara baru pun tidak mudah. ’’Kami merasa terusik memberi tahu mereka. Rasanya kami mengulangi rasa patah hati yang sudah dilewati,” ungkap Julie Harmon, Sibling #14.
Para saudara dan saudari itu sempat putus asa. Pihak pengadilan tidak menggubris perkara mereka. Hanya reporter FOX59 Angela Ganote dan tim yang memberikan atensi. Tapi, jalan Angela mengurai ’’kejahatan” rapi Cline pun buntu. Sang dokter menolak diwawancarai. Di sisi lain, mantan suster dan dokter asisten Cline tidak bisa berbuat banyak. Seluruh tahapan –mulai penerimaan pasien hingga pelaksanaan inseminasi– ditangani sendiri.
Kegilaan Cline, sayangnya, tidak mendapat balasan setimpal di mata hukum. Dia hanya didakwa karena menghalangi proses penegakan hukum. Ironisnya, dia tidak sendiri. Setidaknya, masih ada 40 lebih dokter yang menyalahgunakan kuasanya dalam praktik inseminasi. Hukum yang mengatur praktik ilegal itu pun begitu lambat diproses.
Texas dan Indiana baru meneken peraturan yang menyatakan, penggunaan sperma pribadi dokter dalam tindakan inseminasi adalah ilegal. Sementara itu, di Kentucky, peraturan tersebut baru berupa rancangan undang-undang. Semuanya tentu bermakna besar. Namun, tak bisa menyembuhkan patah hati dan luka para anak dan orang tua yang jadi korban Cline.
Sutradara Lucie Jordan mengungkapkan, ide itu lahir dari produser Michael Petrella yang menemukan berita persidangan Cline. ’’Kami langsung menghubungi 22 anaknya dan bilang ’kami ingin menceritakan kisah kalian’,” ungkapnya via laman Tudum Netflix. Jordan mengaku telah menghubungi Cline secara personal.
’’Pada minggu terakhir kami syuting di Indiana, kami memanggilnya untuk tampil di kamera hanya untuk menatap kamera,” paparnya. Tidak ada dialog atau percakapan untuk direkam. Dia berharap Our Father bisa membawa keadilan bagi para siblings.
’’Doaku, ada pengacara di luar sana yang menonton dan sadar, ada satu lubang besar dalam cerita ini. Cline bahkan belum diadili atas kekerasan seksual atau semacamnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Our Father juga menambah lebar jaringan persaudaraan korban Cline. Dalam wawancara dengan The Telegraph, Jacoba menyatakan, saat trailer Our Father dirilis, ada satu saudara yang muncul. Dia mengaku tidak mudah buatnya dan para siblings menerima tawaran Jordan dan Netflix. ’’Setelah segala hal yang terjadi, kami hampir kehilangan rasa percaya. Kami telah didekati banyak pihak, tapi kami butuh seseorang yang tak berusaha ’memelintir’ cerita kami. Kami mau, cerita ini dituturkan dengan akurat, lengkap, dengan penuh perasaan,” tutur perempuan yang kini berusia 41 tahun itu.
Editor : Yerry Arintoko Aji
Foto : Netflix
Sumber Berita : JawaPos.com
Editor : Safitri