Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

KPK Tegaskan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Masih Berjalan

Redaksi Radar Jember • Jumat, 31 Oktober 2025 | 05:30 WIB
Caption foto :  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Caption foto :  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Radar Jember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, guna menepis isu yang menyebut lembaganya takut mengusut kasus tersebut.

“Proses penyelidikan perkara ini masih berjalan dan terus menunjukkan progres,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, tim penyidik tengah mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan yang relevan untuk mengungkap dugaan korupsi di proyek strategis nasional tersebut.

Budi menambahkan, KPK berkomitmen menjaga profesionalitas dan transparansi dalam setiap tahapan penanganan perkara.

“Kami akan menyampaikan perkembangan secara berkala kepada publik, sebagai bentuk keterbukaan informasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Budi juga mengungkap bahwa penyelidikan terhadap dugaan mark up anggaran proyek Whoosh telah dimulai sejak awal tahun 2025.

Namun, karena masih berada dalam tahap penyelidikan yang bersifat tertutup, KPK belum dapat memaparkan detail perkembangan kasus tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi atau data pendukung yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan proyek kereta cepat itu.

“Tim masih terus mencari dan menggali keterangan yang dibutuhkan agar perkara ini dapat terungkap dengan jelas,” tambahnya.

Isu dugaan penggelembungan anggaran proyek Whoosh sebelumnya sempat disinggung oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, Mahfud menyebut adanya perbedaan mencolok antara biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh di Indonesia dan di China.

“Menurut hitungan pihak Indonesia, biayanya mencapai 52 juta dolar AS per kilometer, sedangkan di China hanya sekitar 17 hingga 18 juta dolar AS. Artinya, ada kenaikan hampir tiga kali lipat,” ujar Mahfud.

Ia juga mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas selisih tersebut dan kemana dana tambahan itu mengalir.

Menanggapi hal itu, KPK mempersilakan Mahfud untuk melaporkan temuannya secara resmi.

Namun, Mahfud menyatakan tidak akan membuat laporan, dan hanya bersedia memberikan keterangan apabila dipanggil oleh penyidik KPK.

Sebagai informasi, pada 27 Oktober 2025, KPK telah mengonfirmasi bahwa dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh telah naik ke tahap penyelidikan sejak awal tahun ini.


Penulis: Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#penyelidikan #WHOOSH #kereta cepat #KPK #Korupsi