Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pura-pura Beli Es Teh, Pasutri Bawa Balita di Sumberbaru Jember Bawa Motor si Penjual Es Teh, Modus Baru Gara-gara Ini

M. Ainul Budi • Kamis, 17 April 2025 | 15:45 WIB

 

 

ILUSTRASI: Lokasi kejadian diberi garis polisi (Pixabay)
ILUSTRASI: Lokasi kejadian diberi garis polisi (Pixabay)

YOSORATI, Radar Jember – Ini harus menjadi perhatian kepada pedagang yang berjualan dipinggir jalan raya. Ada modus baru untuk mengelabuhi korban yang berpura –pura membeli es teh.

Seperti yang menimpa Firda Afsari Devita, 19, warga Kecamatan Sumberbaru. Korban berjualan es teh disamping kanan minimarket yang ada di Dusun Krajan, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru. Lapak tempat jualan es teh itu disela-sela minimarket dengan tempat praktek bidan.

Korban berjualan es sendirian dan memarkir sepeda motor Honda vario warna hitam di dekat lapaknya. Secara tiba-tiba pembeli datang yakni pasangan suami istri sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Korban tidak merasa curiga dengan ketangan pasuyri tersebut.

Saat itu, sang suami turun dan minta dibuatkan es satu gelas, setelah selesai ia langsung mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Karena uangnya besar, korban mengatakan bila tak ada kembaliannya. Sang pelaku yang datang bersama istri dan menggendong anaknya itu menjawab, es tehnya 10 gelas lagi.

Tentunya sang penjual merasa senang karena membelinya dengan jumlah banyak. Korban tidak ada rasa curiga sama sekali ketika menambah lagi 10 gelas. Karena korban masih membuatkan teh pesanan dari pelaku, si pelaku langsung meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk mencari tukaran uang. Korban yang sibuk mengiyakan ketika pelaku pinjam sepeda motornya.

AIPTU Y Susanto kanit Reskrim Polsek Sumberbaru mengatakan, pelaku yang datang itu bersama istri dan anaknya. Bahkan saat datang membeli es teh, juga mengendarai sepeda motor matic seperti PCX. “Kenapa si pelaku ini masih pinjam sepeda motor korban, padahal dia membawa sendiri saat datang bersama istrinya membawa sepeda motor,” katanya.

Korban juga tidak ada rasa curiga, karena saat bilang pinjam motor milik korban itu sempat menitipkan HP ditaruh di meja lapak tempat berjualan. Karena korban ini fokus menyiapkan es 10 gelas yang dipesan pelaku tidak curiga. Ternyata HP yang awalnya dititipkan itu juga tidak ada. Selain tidak membayar uang es teh, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban yang katanya untuk mencarintukaran uang.

Setelah menerima laporan, pihaknya juga sempat mengecek kamera CCTV yang ada di BRI Unit Yosorati dan kamera CCTv di Indomerat. “Ternyata dua kamerta cctv yang ada itu tidak menjangkau ke tempat korban yang berjualan es,” kata kanit Reskrim. 

Bahkan uang untuk membayar menggunakan pecahan ratusan ribu rupiah itu ikut dibawa. Demikian juga dengan HP yang awalnya dititipkan, disaat korban sibuk membuat es teh, HP milik pelaku juga diambil. Disaat pelaku membawa sepeda motor milik korban, sang istri yang menggendong anaknya masih balita juga ikut kabur.

“Korban merasa tidak sadar, kalau istrinya yang sempat berada tidak jauh dari tempat korban berjualan itu pergi. Sehingga korban ini menunggu sepeda motor miliknya yang katanya untuk mencari tukaran uang. Selain tidak membayar uang es teh, korban juga kehilangan sepeda motor jenis Honda vario,” kata Santo.

Pihkanya meminta kepada warga untuk lebih hati-hati ketika ada orang yang belum dikenal meminjam sepeda motornya. Kasus ini merupakan modus baru, pelaku datang bersama istrinya sambil menggendong anaknya yang masih balita. “Sehingga korban tidak ada rasa curiga kalau yang datang itu adalah pelaku kejahatan,” pungkasnya.(jum/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #es teh