PATRANG, Radar Jember - Setelah mengaku hidupnya dipantau hacker, AM, 18, pembunuh bapaknya berinisial ZA, menunjukkan perilaku yang sulit ditebak.
Saat ada polisi, secara mendadak dia mengumandangkan azan dan iqamah. Hal yang sama dilakukan ketika dirinya diajak komunikasi. Jawabannya selalu menggunakan lantunan azan dan iqamah, di RSD dr Soebandi, kemarin (29/1).
Bahkan, sewaktu-waktu ditanyakan soal malam kejadian, AR sontak memasang raut wajah yang berbeda. Wajah menakutkan dengan mata yang melotot.
Kemudian, tidak bisa diajak berkomunikasi lagi.
Hal itu membuat pihak kepolisian masih kesulitan mendapatkan keterangan dari AM.
Mengingat, pengungkapan pria ini perlu pengusutan kasus sampai tuntas atas tragedi tragis di Kecamatan Puger.
"Sulit diajak komunikasi, tiba-tiba azan dan iqamah. Melotot dan diam saat ditanya soal kejadian," terang Kapolsek Puger AKP Fatchurrahman.
Dengan perilaku AM yang demikian, polisi juga kesulitan membuka ponsel milik AR yang ter-password.
Sudah meminta bantuan kepada ibunya untuk bertanya password kepada AM, juga tidak berhasil.
Padahal, kemungkinan besar di dalam ponsel milik AM ada petunjuk motif AM yang memenggal bapaknya.
Meski demikian, saat ini pihak kepolisian masih fokus pada kesembuhan AM.
Setiap hari selalu ada dua anggota polisi yang bertugas menjaganya di rumah sakit.
Walaupun dalam keadaan tak berdaya, sembari berbaring tangan AM juga diborgol. Sempat sekali AR bertanya kenapa tangannya diborgol.
"Kenapa tangan saya diborgol? Acaranya kan sudah selesai," kata Fatchurrahman menirukan AM.
Penting diketahui, kondisi AM yang dirawat di RSD dr Soebandi kini terus membaik.
Rencananya, setelah pulih, pria ini akan diperiksakan kesehatan jiwanya. (qal/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi