Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Kondisi Studio Foto di Balung Jember, Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Kepada Para Modelnya

Radar Digital • Jumat, 24 Mei 2024 | 14:10 WIB
LENGANG: Tampak tak ada aktivitas di studio foto bernama Pose Studio ini. Studio itu terjerat kasus dugaan pelecehan seksual. (ILHAM/RJ)
LENGANG: Tampak tak ada aktivitas di studio foto bernama Pose Studio ini. Studio itu terjerat kasus dugaan pelecehan seksual. (ILHAM/RJ)

BALUNG, Radar Jember - Pasca viralnya dugaan pencabulan yang dilakukan oknum fotografer di Kecamatan Balung Jember, studio foto milik AP terduga pelaku terlihat sepi dan tertutup.

Sejumlah korban juga memberanikan diri untuk melapor kepada kepolisian, kemarin (22/5).

Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri keberadaan studio tersebut, kemarin siang (23/5).

Namun, tidak dapat menemukan terduga pelaku di studio yang dimaksud.

Tempanya ditutup, hanya terlihat spanduk banner besar yang berisi promosi fotografer itu.

Sama sekali tidak tampak adanya aktifitas di dalamnya.

Studio itu terletak tidak jauh dari kantor Desa Balung Kulon.

Pada hari biasa, studio itu biasanya buka layaknya tempat foto pada umumnya.

“Biasanya buka. Tapi gak tahu saya kenapa sekarang tutup,” kata Ahmad warga di sekitar lokasi.

Sebelum korban melapor kepada kepolisian, terduga pelaku sempat mendatangi kantor Desa Balung Kulon untuk meminta pertimbangan kepada kepala desanya.

Hal tersebut dilakukan, karena AP merasa terganggu dan tidak terima dengan viralnya dugaan pencabulan yang dia lakukan di media sosial. 

Sepak terjang AP, fotografer sekaligus pemilik studio foto di Kecamatan Balung, menjadi perbincangan hangat di media sosial Instagram.

Gara-garanya, pria ini diduga melakukan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap sejumlah gadis yang datang ke studionya.

Setidaknya ada sejumlah korban yang melaporkan kasus itu ke Polres Jember, kemarin (22/5). Di antaranya DM, AY, dan RS.

Ketiga perempuan ini mengaku jadi korban pelecehan seksual dan pencabulan di studio milik pelaku.

Beberapa perempuan lain yang juga datang ke polres mengalami kasus serupa.

Mencuatnya kasus itu bermula saat DM memberanikan diri untuk mengunggah kejadian kelam yang dialaminya di instastory miliknya.

Akhirnya, korban lainnya pun bermunculan.

Para perempuan yang menjadi korban kejahatan itu kemudian memberanikan diri untuk melapor ke Polres Jember.

Modus yang dilakukan pelaku untuk melancarkan aksinya yakni meminta korbannya datang ke studio yang ada di Balung.

Begitu sampai, perempuan tersebut diminta untuk menggunakan pakaian yang sudah disiapkan sebelumnya.

Rata-rata pakaian berwarna hitam dan terbuka.

Modus inilah yang dilakukan AP dengan siasat akan menjadikan korban sebagai foto model. (ham/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #pelecehan seksual #fotografer #Viral