JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polisi masih terus memburu tersangka utama kasus pencurian kabel bawah tanah milik PT Telkom Jember.
Karena dari pengakuan dua orang penadah itu, kalau kabel yang diamankan dirumah kontrakan di Dusun Cangkring Baru, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah awalnya hanya sebagai pekerja.
Yakni sebagai tukang mengelupas bagian plastik luar atau bagian menguliti saja.
Bahkan keduanya mengaku baru saja mengontrak dirumah yang dijadikan untuk menimbun barang curian berupa kabel milik PT Telkom.
"Dari rumah kontrakan itu polisi mengamankan 2.000 meter kabel yang sudah dipotong potong menjadi 2 meteran dan 1 meteran," kata AIPTU Ahmad Rinto Kanitreskrim Polsek Jenggawah.
Kabel bawah tanah yang dicuri itu isinya bervariasi, ada yang kecil ada yang besar. Bahkan terlihat bagian sambungan kabel itu juga digarong.
"Pengakuan dua tersangka yang juga sebagai penadah itu kalau kabel itu ditarik menggunakan truk agar untuk mengeksekusi bisa cepat. Setelah kabel itu ditarik truk, dipotong ada yang 5 meter dan dipotong pendek," kata Ronto.
Sementara menurut PT Telkom kalau kabel yang hilang itu di wilayah Rambipuji dan Kencong.
Akibat ejadian ini PT. Telkom mengalami kerugian sebesar Rp. 800 juta. Masih menurut Rinto, empat hari sebelum kasus ini terbongkar, kabel ini baru datang dan dimasukkan kedalam rumah kontrakan.
Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan siapa dibalik pencurian kabel Telkom ini.
Menurut informasi dalam seribu meter kabel Telkom yang dicuri ini beratnya hingga mencapai 4 kwintal.
"Pihak kami juga masuk memburu satu pelaku utama yang masih buron atau dalam pencarian orang (dpo)," pungkasnya.(jum/bud)
Editor : Radar Digital