Radar Jember – Nasib naas menimpa Reza Anwari Halim, 37, seorang guru asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger.
Pria tersebut meninggal dunia setelah tertimpa tembok bangunan yang mendadak roboh saat melintas di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Rabu sore (2/9).
Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dhardak mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban hendak pulang.
Baca Juga: Goncalo Ramos Cetak Rekor Transfer Termahal Serie A, AC Milan Sapu Bersih Puncak Daftar
"Korban saat itu mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di depan TPU Dusun Gondosari, bangunan tembok di pinggir jalan tiba-tiba ambruk dan langsung menimpa tubuh korban," ungkap Iptu Handoko.
Tembok pembatas milik Pondok Pesantren Ar-Riyald tersebut tak hanya menimpa Reza, tetapi juga mengenai Hasan, 52, warga setempat yang berada di sekitar lokasi.
Hasan mengalami luka-luka di bagian dada, bahu kiri, serta telinga hingga harus mendapatkan perawatan medis secara rawat jalan.
Baca Juga: Info A1 Romano: Tomori Kembali ke Skuad AC Milan
Prasetyo, 36, saksi mata yang persis berkendara di belakang korban, mengaku kaget melihat tembok runtuh secara tiba-tiba.
Ia seketika memberhentikan motornya dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk mengevaluasi material bangunan yang menimbun tubuh korban.
Nahas, saat puing-puing tembok berhasil disingkirkan oleh warga, Reza mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka berat.
Sementara itu, korban Hasan yang selamat langsung dievakuasi warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Mendapat laporan warga, jajaran Polsek Wuluhan bersama tim medis Puskesmas Lojejer langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Petugas kepolisian segera mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
Jasad korban meninggal dunia kemudian dibawa ke Puskesmas Lojejer untuk menjalani pemeriksaan Visum et Repertum (VER) luar sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.
Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab utama kematian korban secara medis.
Mengenai pemicu ambruknya bangunan tersebut, pihak kepolisian menduga kuat adanya masalah pada kelayakan fisik struktur bangunan.
"Dari hasil olah TKP awal, kondisi struktur tembok memang diduga sudah tua dan rapuh sehingga rawan roboh. Kasus ini masih terus kami dalami," pungkas Iptu Handoko. (jum/dhi)
Editor : M ADHI SURYA