RADAR JEMBER - Tabir gelap mengenai dugaan aliran dana suap yang menyeret nama mantan petinggi Kabupaten Muara Enim kembali menemui titik terang baru. Fakta mengejutkan terungkap dalam pusaran kasus ini mengenai adanya aksi serah terima uang tunai dalam jumlah fantastis yang dilakukan di sebuah hotel.
Dalam informasi yang dihimpun, sosok wanita bernama Mbak Cory diketahui sempat menyetorkan uang tunai sebesar Rp 500 juta kepada pihak perantara yang diduga kuat bertindak sebagai perpanjangan tangan atau orang kepercayaan Bupati Muara Enim.
Pertemuan rahasia yang digelar di salah satu kamar hotel tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Setoran uang pelicin senilai setengah miliar rupiah itu sengaja digelontorkan demi memuluskan kepentingan tertentu yang berkaitan dengan proyek atau kebijakan di lingkungan pemerintahan kabupaten.
Siasat Uang Pelicin dan Peran Perantara
Modus operandi penyerahan uang di hotel ini disinyalir sengaja dipilih untuk mengelabui radar pengawasan aparat penegak hukum. Berdasarkan fakta-fakta yang muncul di permukaan, berikut adalah beberapa poin penting terkait transaksi tersebut:
Transaksi Senyap di Hotel: Penyerahan uang tunai sebesar Rp 500 juta dilakukan secara langsung di area hotel, yang diduga menjadi lokasi aman yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Baca Juga: Cory Erin Hardi Pasrah Berhadapan dengan Predator APBD
Jalur Belakang Lewat Perantara: Mbak Cory tidak menyerahkan uang tersebut langsung ke tangan sang bupati, melainkan melalui jalur lingkaran dalam (perantara) agar tidak terlihat mencolok.
Tujuan di Balik Setoran: Dana besar tersebut sengaja dikucurkan sebagai komitmen atau kesepakatan awal demi mengamankan jatah proyek strategis atau mempermudah urusan birokrasi di Muara Enim.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum terus mendalami sejauh mana keterlibatan pihak-pihak lain dalam transaksi senyap ini, termasuk melacak aliran dana lain yang diduga mengalir ke kantong para pejabat daerah.
Editor : M. Ainul Budi