Radar Jember – Di tengah gempuran kuliner kekinian yang terus bermunculan, hidangan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Salah satunya adalah gohyong, makanan khas Peranakan Tionghoa yang sering disandingkan dengan bakso goreng atau siomay.
Meski namanya belum sepopuler makanan street food kekinian, kelezatan gohyong tetap menggoda lidah dan lekat dalam tradisi kuliner keluarga.
Gohyong atau ngohiong berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “lima rempah”.
Nama ini merujuk pada bumbu utama yang digunakan dalam masakan tersebut, yaitu five-spice powder, campuran dari adas manis, cengkeh, kayu manis, bunga lawang, dan merica Szechuan.
Rempah-rempah ini memberikan aroma khas yang kuat dan rasa yang kompleks perpaduan manis, gurih, dan sedikit pedas.
Biasanya, gohyong dihidangkan sebagai lauk pendamping nasi, atau sebagai camilan dengan saus cuka atau sambal kacang.
Bentuknya menyerupai lontong namun berisi daging cincang yang dibungkus dengan lembaran kembang tahu.
Proses memasaknya dilakukan dengan cara dikukus terlebih dahulu, kemudian digoreng agar bagian luarnya renyah namun dalamnya tetap lembut dan juicy.
Menariknya, gohyong tak hanya menjadi makanan rumahan saja.
Di beberapa daerah seperti Surabaya dan Semarang, gohyong bahkan menjadi bagian dari menu restoran Chinese food maupun warung kaki lima yang menawarkan menu fusion khas Tionghoa dan lokal.
Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kelezatan gohyong tanpa harus pergi jauh, berikut resep praktis yang bisa diikuti di rumah.
Meski terlihat rumit, proses membuatnya cukup sederhana jika dilakukan dengan teliti.
Resep Gohyong
Bahan-bahan:
- 300 gram daging ayam cincang (bisa juga dicampur dengan udang cincang atau babi cincang, sesuai selera)
- 2 butir telur
- 100 gram wortel, parut halus
- 3 siung bawang putih, haluskan
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 1 sendok makan kecap asin
- 1 sendok teh saus tiram
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1 sendok makan tepung sagu/tapioka
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh bumbu ngohiong/five-spice powder
- 4–5 lembar kembang tahu (rendam air hangat hingga lentur)
Langkah Pembuatan:
- Siapkan adonan isi.
Campurkan daging cincang dengan telur, wortel, daun bawang, dan bawang putih yang telah dihaluskan. Tambahkan kecap asin, saus tiram, minyak wijen, garam, merica, bumbu five-spice, dan tepung sagu. Aduk rata hingga adonan tercampur sempurna dan agak lengket. - Bungkus dengan kembang tahu.
Ambil selembar kembang tahu yang telah direndam air hangat. Letakkan sekitar dua sendok makan adonan di ujung lembaran, lalu gulung seperti menggulung risoles. Lipat ujung-ujungnya agar adonan tidak keluar saat dikukus. Ulangi hingga adonan habis. - Kukus hingga matang.
Letakkan gohyong yang sudah dibungkus di atas loyang atau kukusan yang telah diolesi minyak. Kukus selama kurang lebih 25–30 menit hingga gohyong matang dan padat. Angkat dan biarkan dingin. - Goreng sebelum disajikan.
Panaskan minyak dalam wajan, lalu goreng gohyong hingga permukaannya berwarna keemasan dan renyah. Tiriskan dan potong-potong sesuai selera. - Sajikan dengan saus pelengkap.
Gohyong bisa dinikmati dengan sambal kacang, saus asam manis, atau bahkan cuka cabe rawit sebagai pelengkap rasa.
Di tengah kesibukan dan tren makanan instan, keberadaan resep seperti gohyong menjadi pengingat akan kekayaan budaya kuliner yang beragam di Indonesia.
Makanan ini bukan hanya menyajikan rasa, tetapi juga menyimpan sejarah akulturasi budaya antara masyarakat Tionghoa dan Nusantara.
Membuat gohyong sendiri di rumah juga menjadi bentuk pelestarian sekaligus eksplorasi rasa yang bisa mendekatkan anggota keluarga.
Dengan bahan yang mudah didapatkan dan teknik memasak yang bisa dipelajari, siapa pun bisa mencoba menghadirkan cita rasa klasik Peranakan ini di meja makan.
Penulis: Cintya Diyanti Utomo
Editor : M. Ainul Budi