Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Minyak Mentah Global Ambrol, Nilai Tukar Rupiah Sukses Melaju di Zona Hijau

Imron Hidayatullahh • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:57 WIB
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025).  (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Radar Jember – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan terus bergerak di zona positif.

Keperkasaan mata uang Garuda ini mendapat dorongan kuat dari faktor eksternal, terutama akibat merosotnya harga minyak mentah dunia yang terus mengalami tren penurunan cukup tajam belakangan ini.

Melansir pantauan pasar keuangan, pergerakan positif rupiah ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi domestik.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis Jelang Akhir Pekan! Sempat Nyaris Tembus Rp18.000

Penurunan harga komoditas energi cair tersebut secara langsung mengurangi beban impor energi nasional, yang pada gilirannya memberikan ruang bernapas cukup lega bagi penguatan mata uang lokal di hadapan greenback.

Para analis pasar modal menilai bahwa pelemahan harga minyak dunia memicu peralihan sentimen investor global.

Di saat biaya impor energi terpangkas, posisi neraca perdagangan luar negeri Indonesia berpotensi semakin sehat, sehingga mampu menarik aliran modal masuk (inflow) yang memperkuat fundamental rupiah di pasar spot.

Selain ditopang oleh ambrolnya harga minyak mentah, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh dinamika internal di pasar uang komoditas global.

Baca Juga: Gagal Bayar Pinjol dan KPR? Jangan Panik, Ini Aturan Sakral POJK yang Bisa Selamatkan Aset Anda dari Sitaan Bank!

Situasi ini dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku pasar dalam negeri untuk mengamankan posisi aset mereka ke dalam mata uang domestik, yang dinilai menunjukkan resiliensi cukup solid.

Kendati demikian, otoritas moneter dan para pengamat mengimbau agar pelaku pasar tetap mencermati potensi fluktuasi jangka pendek.

Mengingat pasar komoditas global masih sangat sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan suplai dari negara-negara produsen utama, pergerakan rupiah ke depan diprediksi akan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan sentimen energi dunia.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#kurs rupiah #rupiah menguat #harga minyak dunia #nilai tukar rupiah