Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pasar Saham Panik! IHSG Langsung Ambruk 3,41 Persen Usai Prabowo Umumkan Aturan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN

Redaksi Radar Jember • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:06 WIB
Level IHSG per 14.02 WIB. (Via Stockbit)
Level IHSG per 14.02 WIB. (Via Stockbit)

Radar Jember — Tekanan pasar keuangan domestik belum mereda sehari setelah pidato ekonomi Presiden Prabowo Subianto di DPR RI dan keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tajam hingga turun sekitar 3.41 persen dan bergerak di kisaran level 6.120.

Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang sudah terjadi sejak pidato Prabowo mengenai kebocoran devisa, reformasi ekspor SDA, hingga rencana BUMN sebagai eksportir tunggal komoditas strategis.

Di sisi lain, rupiah menguat tipis pasca keputusan BI, kini berada di level Rp17.687 per dolar AS.

Baca Juga: Bongkar Kebocoran Devisa Rp6.000 Triliun, Presiden Prabowo Siap Copot Pejabat Nakal yang Berani Korupsi!

Namun pelemahan tersebut dinilai lebih terbatas dibanding tekanan besar beberapa hari sebelumnya saat rupiah sempat mendekati Rp17.745 per dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan pasar masih merespons hati-hati arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin memang sempat memberi sentimen positif karena dianggap agresif menjaga stabilitas rupiah.

Namun hingga kini langkah tersebut belum cukup kuat mengembalikan kepercayaan investor di pasar saham.

Sejumlah analis menilai tekanan IHSG lebih dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya intervensi negara di sektor strategis, terutama setelah muncul rencana ekspor satu pintu melalui BUMN.

Baca Juga: UPDATE Harga Emas Hari Ini Rabu 20 Mei 2026 Malam Hari, Imbas Dolar Makin Susah?

Saham sektor energi, batu bara, hingga basic materials menjadi yang paling terdampak karena investor mulai menghitung ulang potensi margin dan fleksibilitas bisnis ke depan.

Analis pasar modal Hendra Wardana bahkan menyebut kondisi saat ini mulai mengarah pada fase “krisis kepercayaan jangka pendek” apabila level support penting IHSG terus ditembus.

Menurutnya, pasar saat ini tidak hanya membutuhkan sentimen positif, tetapi juga kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah pasca pidato Prabowo.

Meski demikian, pasar valuta asing terlihat mulai lebih stabil dibanding sebelumnya.

Artinya, kenaikan BI Rate berhasil sedikit menahan tekanan rupiah, tetapi belum cukup kuat untuk memulihkan sentimen investor di pasar saham domestik.

 

Penulis: Bakhtiyar Subandi

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Presiden Prabowo Subianto #ihsg anjlok #BUMN #ekonomi bisnis #rupiah melemah