Jember, 8 April 2026 – Gejolak ekonomi global dinilai semakin memengaruhi stabilitas ekonomi Jawa Timur, terutama sektor pangan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam forum Road To East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026 yang digelar di Ruang Ir. Soekarno, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Jember, Rabu (08/04/2026).
Sejumlah akademisi menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi global.
Catur Sugiyanto, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), menekankan bahwa lonjakan harga energi dan pangan akibat konflik geopolitik menekan daya beli dan memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Transformasi pertanian berbasis riset, penguatan kelembagaan petani, dan penerapan teknologi menjadi kunci meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” ujar Sugiyanto.
Sementara itu, Adhitya Wardhono, Ph.D., dosen FEB Universitas Jember, menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan wilayah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Ketahanan pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. Kita tidak bisa hanya mengandalkan angka pertumbuhan, tetapi harus mampu bertahan dari guncangan,” jelasnya.
Forum ini diikuti lebih dari 200 peserta dari akademisi, pemerintahan, perbankan, pelaku usaha, dan mahasiswa.
Dr. Khoirul Ifa, Rektor ITB Widya Gama Lumajang, menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemangku kebijakan, dan pelaku ekonomi untuk memperkuat ekonomi Jawa Timur.
Baca Juga: Klarifikasi Kepala BGN: Motor Listrik untuk Operasional SPPG atau Dapur MBG
Pembukaan forum juga diwarnai sambutan dari Prof. Isti Fadah, Ketua ISEI Cabang Jember, dan Agung Budilaksono, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, yang mengajak tetap optimis di tengah gejolak ekonomi.
Editor : Dwi Siswanto