SUMBERSARI, Radar Jember - Pertumbuhan penduduk yang pesat berbanding lurus dengan peningkatan permintaan tempat tinggal. Namun, angka backlog (selisih kebutuhan dan ketersediaan rumah) masih tinggi, menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.
Hal ini membuat bisnis properti sangat menjanjikan. Sektor ini memiliki daya tahan tinggi dan menjadi motor penggerak ekonomi.
Kondisi itu terjadi di Kabupaten Jember, yang menjadi salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di Jawa Timur dengan tingkat pertumbuhan investasi di sektor properti yang cukup signifikan.
Baca Juga: Gus Fawait Resmikan Investasi Jepang 10 Juta USD di Silo: Fokus Serap 80 Persen Tenaga Kerja Lokal
Dalam kurun waktu terakhir, kota berpenduduk 2,6 juta jiwa lebih ini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang stabil, di mana sektor properti dan kawasan industri tampil sebagai tulang punggung utama pembangunan.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, yang dirilis Januari 2026, realisasi investasi Jember tahun 2025 melonjak drastis sebesar 70,2 persen, yakni dari Rp 1,51 triliun menjadi Rp 2,57 triliun.
Angka fantastis ini disumbang oleh 457 unit usaha Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing (PMDN dan PMA) yang menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru.
Menariknya, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mendominasi dengan kontribusi mencapai Rp 1,44 triliun, membuktikan bahwa pasar properti Jember sedang dalam tren sangat positif.
Baca Juga: Selama Tahun 2025, Angka Pengangguran Perempuan di Jember Terkoreksi Turun 0,37 Persen
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai bahwa investasi menjadi salah satu instrumen sekaligus urat nadi pembangunan.
Menurut dia, dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, dapat menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru.
"Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," tegas Gus Fawait, sapaan dia, ditemui seusai menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, di Gedung DPRD Jember, Rabu (1/04/2026).
Capaian investasi ini juga tercatat menembus 139 persen dari target RPJMD 2025–2029 yang diproyeksikan sebesar Rp 1,85 triliun.
Dengan dominasi sektor tersier mencapai 68,9 persen, Jember memantapkan langkahnya sebagai daerah mandiri yang ramah investor, sembari terus membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal melalui pertumbuhan industri makanan, kimia, farmasi, hingga perdagangan.
Ia juga menyatakan, meski inflasi tahunan berada di angka 3,84 persen, pemerintah daerah terus bergerak taktis untuk menjaga daya beli warga.
"Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen terus merawat investor yang ada di Jember guna memperkuat perekonomian daerah dengan membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat Jember," tambah Gus Fawait. (mau)
Editor : Maulana RJ