RADAR JEMBER - Pergerakan harga emas batangan di pasar domestik, termasuk Antam dan Pegadaian, diprediksi akan menunjukkan tren stagnan atau konsolidasi pada Minggu (22/3/2026).
Hal ini sejalan dengan mekanisme pasar global yang menutup perdagangan bursa komoditas pada akhir pekan, serta fokus masyarakat yang saat ini lebih banyak tertuju pada kebutuhan konsumsi hari raya Idulfitri.
Meskipun secara global harga emas dunia mengalami fluktuasi akibat sentimen kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pasar lokal Indonesia biasanya tidak mengalami perubahan harga acuan resmi pada hari Minggu.
Faktor Penentu Harga Emas Besok
Beberapa pengamat pasar logam mulia mencatat bahwa pergerakan harga emas untuk besok akan dipengaruhi oleh beberapa faktor internal:
Jeda Perdagangan Global: Bursa London dan New York (COMEX) libur pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga tidak ada benchmark harga baru yang masuk ke pasar lokal hingga Senin pagi.
Nilai Tukar Rupiah: Stabilitas rupiah terhadap dolar AS di akhir pekan ini menjadi jangkar bagi harga emas Antam agar tetap berada di level yang stabil.
Permintaan Musiman: Secara historis, saat memasuki masa lebaran, sebagian masyarakat cenderung melakukan aksi jual (buyback) untuk memenuhi kebutuhan tunai, namun permintaan investasi jangka panjang tetap terjaga.
Analisis Pengamat Pasar Logam Mulia
Mengenai ekspektasi harga untuk esok hari, seorang analis komoditas memberikan pandangannya terkait posisi aman bagi para investor emas ritel di Indonesia.
Editor : M. Ainul Budi