RADAR JEMBER - Pasar logam mulia global tengah diguncang tekanan hebat. Harga emas dunia dilaporkan mengalami koreksi tajam hingga menyentuh level psikologis baru di angka US$4.900 per troy ons pada perdagangan Selasa (17/2/2026).
Penurunan ini menciptakan sentimen negatif dan membuat para pelaku pasar serta pembeli merasa tidak nyaman.
Berikut adalah poin-poin utama penyebab dan dampak dari merosotnya harga emas:
1. Penurunan Signifikan dalam Waktu Singkat
Setelah sempat bertahan di level tinggi, harga emas mengalami aksi jual masif.
Kejatuhan ke level US$4.900 ini menandai volatilitas tinggi di pasar komoditas, yang dipicu oleh perubahan kebijakan moneter global dan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS).
2. Tekanan dari Kebijakan "High for Longer"
Sentimen utama yang menekan harga emas adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Data inflasi yang masih persisten membuat spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga menjadi pudar.
Kondisi bunga tinggi yang bertahan lama (high for longer) meningkatkan imbal hasil (yield) obligasi AS, sehingga daya tarik emas sebagai aset tak berimbal hasil menjadi berkurang.
3. Psikologi Pasar dan Ketidaknyamanan Pembeli
Level US$4.900 dianggap sebagai titik krusial. Penurunan di bawah level ini menyebabkan para kolektor dan investor ritel merasa "tak nyaman" karena nilai aset mereka tergerus dalam waktu singkat.
Sebagian pembeli kini memilih sikap wait and see (menunggu dan melihat) sebelum memutuskan untuk masuk kembali ke pasar.
4. Pengaruh Penguatan Dolar AS
Emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya saat Greenback menguat.
Hal ini secara otomatis menekan permintaan fisik emas di pasar global, terutama dari kawasan Asia yang merupakan konsumen terbesar.
Editor : M. Ainul Budi