Radar Jember – Harga emas dunia kembali masuk ke zona merah setelah pelaku pasar memutuskan untuk merealisasikan keuntungan (profit taking).
Tren koreksi ini membawa logam mulia jatuh ke bawah level psikologis USD 5.000 per ounce pada perdagangan Senin (16/2/2026).
Mengutip CNBC, harga emas spot merosot 1 persen ke posisi USD 4.991,75 per ounce pada pukul 11.10 pagi waktu Singapura.
Penurunan ini terjadi tepat setelah emas sempat melonjak 2,4 persen pada akhir pekan lalu akibat data inflasi Amerika Serikat yang melandai.
Analis menilai pergerakan ini sebagai “konsolidasi yang teratur”.
Meski sempat gojang-ganjing, banyak bank besar seperti ANZ Group memprediksi emas masih berpotensi terbang hingga USD 5.800 per ounce pada kuartal kedua, didorong oleh tensi geopolitik dan pergeseran aset global.
Cek Harga Emas Perhiasan Domestik (Senin, 16/2/2026)
Seiring dengan goyahnya harga global, harga emas perhiasan di pasar domestik, khususnya di gerai Raja Emas dan Laku Emas, menunjukkan angka yang bervariasi tergantung kadar karatnya. Berikut perincian harganya:
- Raja Emas Indonesia
- K24 (Sertifikasi): Rp2.590.000/gram
- K24: Rp2.450.000/gram
- K18 (75 persen): Rp1.725.000/gram
- K10 (42 persen): Rp952.000/gram
- Laku Emas (CMK Group)
- K24 (99 persen): Rp2.568.000/gram
- K23: Rp2.331.000/gram
- K18: Rp1.744.000/gram
- K10: Rp962.000/gram
Tipisnya likuiditas selama libur Imlek di China turut memengaruhi volatilitas harga di Asia.
Selain itu, otoritas di Shenzhen baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras terhadap "aktivitas perdagangan emas ilegal," mulai dari aplikasi leverage hingga promosi live streaming yang mencurigakan.
Editor : Imron Hidayatullahh