RADAR JEMBER - Secara umum, pasar emas fisik di Indonesia (seperti Antam dan Pegadaian) biasanya baru akan merefleksikan secara penuh anjloknya harga dunia pada hari berikutnya.
Oleh karena itu, besok diprediksi akan menjadi momen koreksi lanjutan bagi harga emas domestik.
Berdasarkan data penurunan tajam harga emas dunia hari ini (Jumat, 13 Februari 2026) yang merosot hingga 3% ke level US$ 2.400, berikut adalah prediksi analisis untuk harga emas besok, Sabtu, 14 Februari 2026:
1. Prediksi Harga Emas Antam
Setelah turun ke level Rp3.242.000 hari ini, ada potensi harga Antam akan kembali mengalami penurunan besok.
Estimasi Perubahan: Penurunan berkisar antara Rp10.000 – Rp25.000 per gram.
Rentang Harga: Diprediksi akan bergerak di kisaran Rp3.215.000 – Rp3.230.000 per gram.
Harga Buyback: Kemungkinan besar juga akan tertekan turun mengikuti harga jual.
2. Prediksi Harga Emas di Pegadaian (UBS & Galeri 24)
Emas jenis UBS dan Galeri 24 cenderung lebih responsif terhadap pergerakan pasar spot dunia.
Tren: Jika hari ini mereka sempat merangkak naik sedikit sebelum "ledakan" penurunan harga dunia diketahui secara luas, maka besok kemungkinan besar trennya akan berbalik anjlok cukup signifikan.
Target Level: Menguji kembali ke bawah level Rp3.000.000 untuk UBS dan Rp2.980.000 untuk Galeri 24.
Faktor Penentu Besok
Penutupan Pasar Global: Karena besok hari Sabtu pasar global libur, harga emas akan "terkunci" pada posisi penutupan Jumat malam.
Jika Jumat malam ditutup di bawah US$ 2.400, maka tekanan jual di Indonesia akan sangat tinggi pada hari Sabtu.
Psikologi Pasar: Adanya berita "Harga Emas Ambruk" akan memicu investor lokal untuk menunda pembelian (wait and see) atau justru mulai melakukan aksi beli karena menganggap harga sudah cukup murah.
Nilai Tukar Rupiah: Jika Rupiah ikut melemah akibat penguatan Dolar AS (yang menyebabkan emas dunia jatuh), maka penurunan harga emas di Indonesia mungkin tidak akan sedalam penurunan harga emas dunia (karena emas impor menjadi lebih mahal dalam Rupiah).
Editor : M. Ainul Budi